Dark/Light Mode

Bonus Demografi Jadi Tantangan

Usia Kerja Diramal Bisa Tembus 201 Juta Orang

Jumat, 2 Desember 2022 06:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual pada acara Apindo 8th Industrial Relation Conference, Rabu (30/11).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual pada acara Apindo 8th Industrial Relation Conference, Rabu (30/11).

 Sebelumnya 
Melalui tiga manfaat tersebut, diharapkan pekerja yang terkena PHK dapat kembali masuk ke pasar kerja.

Ekspor Baja Naik

Sementara, di tengah peningka­tan downside risk perekonomian global, perbaikan kondisi ekono­mi nasional masih terus berlanjut. Salah satunya didorong dari kinerja industri besi dan baja.

Baca juga : Kinerja Industri Keuangan Diramal Tetap Kinclong

“Januari hingga Oktober 2022, sektor industri besi dan baja mampu meningkatkan ekspor hingga 39,55 persen (year on year/yoy). Hingga Triwulan III-2022, neraca perdagangan besi dan baja mengalami surplus senilai 10.61 miliar dolar AS,” ujar Airlangga menyampaikan keynote speech secara virtual mewakili Presiden Jokowi di acara The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Business Forum 2022, kemarin.

Airlangga mengatakan, berba­gai kebijakan dan strategi terus diupayakan Pemerintah dalam menjaga keberlangsungan indus­tri besi dan baja nasional. Serta meningkatkan pertumbuhan dan daya saing.

Antara lain, melalui pembe­rian insentif, seperti tax holiday, tax allowance, dan pengurangan harga gas bumi.

Baca juga : Telkom Raih Penghargaan Jadi Tempat Kerja Inklusif dan Ramah Disabilitas

Menurutnya, pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib bagi produk logam, untuk melindungi industri besi dan baja nasional dari kerugian akibat praktik perdagangan tidak sehat.

Terkait upaya mengembangkan ketersedian bahan baku dan/atau bahan penolong, juga disampai­kan upaya Pemerintah mendorong pengoptimalan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), penetapan slag baja sebagai limbah non B3 dan penerapan neraca komoditas.

Dengan industri 4.0, pihaknya berharap produktivitas sektor baja meningkat dan diharapkan bisa meningkatkan produksi menjadi 17 juta ton pada tahun 2020-2024.

Baca juga : Korut Luncurkan Rudal ICBM Teranyar, Bisa Tembus Daratan AS

“Tentu, pencapaian 25 juta ton di tahun 2025-2035 ini menjadi penting dalam Pengembangan Industri Nasional 2015-2035,” pungkas Airlangga. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.