Dark/Light Mode

Menhub: Pembangunan Tak Hanya Di Pulau Jawa

Hore… Kereta Pertama Di Sulawesi Beroperasi

Sabtu, 3 Desember 2022 06:35 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan soft launching (pengoperasian terbatas) jalur ruas Pangkajene Kepulauan (Pangkep) – Maros.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan soft launching (pengoperasian terbatas) jalur ruas Pangkajene Kepulauan (Pangkep) – Maros.

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat Sulawesi kini bisa menikmati rasanya bepergian menggunakan Kereta Api (KA). Hal ini seiring dengan pengoperasian secara terbatas (soft launching) kereta Makassar-Parepare segmen Garongkong-Maros.

Kereta pertama di Sulawesi ini beroperasi dengan melintasi 9 stasiun dan panjang lintasan 80 kilometer (KM). Sembilan stasiun itu, yakni Maros, Rammang-ram­mang, Pangkajene, Labakkang, Ma’rang, Mandalle, Tenete Rilau, Barru dan Garongkong.

Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi melakukan soft launching jalur ruas Pangkajene-Maros. Jalur ini menjadi bagian dari proyek pembangunan KA Makassar- Parepare di depo kereta yang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Peresmian ditandai dengan penabuhan gendang yang di­lakukan oleh Menhub didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Aras, Bupati Maros Chaidir Syam, dan Bupati Pangkajene Muhammad Yusran Lalogau.

Baca juga : Lestari: Pemenuhan Hak Anak Harus Jadi Kepedulian Bersama

BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi, mengatakan, pengoperasian KA ini merupakan hari bersejarah, karena menjadi cita-cita Presiden Jokowi agar ada KA di Sulawesi. Dan cita-cita itu pun terwujud.

“Ini sesuai dengan paradigma pembangunan Indonesia sentris yang tidak terpusat di Jawa. Pada Mei 2023, kami akan lakukan grand launching dan diharapkan akan di­hadiri Bapak Presiden,” katanya.

Sebelumnya, pada Oktober 2022 juga telah dioperasikan secara terbatas jalur KA dari Stasiun Garongkong hingga Stasiun Mangilu sepanjang 66 kilometer yang melewati 7 sta­siun. Jalur ini melayani kereta wisata dan sudah bisa digunakan masyarakat secara terbatas.

BKS ikut menjajal jalur terse­but menggunakan kereta wisata dari Stasiun Maros ke Stasiun Pangkajene dan Stasiun Ram­mang Rammang, yang memiliki objek wisata bernama Ramang-ramang.

Baca juga : Moeldoko: Penanganan Konflik Sosial di Pulau Haruku Sudah Ada Kemajuan

Menurutnya, soft launching ini dilakukan untuk mengenalkan KA kepada masyarakat Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Hal ini dilakukan agar masyarakat semakin percaya menggunakan KA Trans Su­lawesi. Dan dapat mengunjungi objek wisata yang berada di sekitar stasiun yang dilewati. Seperti objek wisata Ramang- Ramang.

“Kami lakukan bertahap, dan tiketnya digratiskan sampai Desember 2022,” ungkap eks Dirut Angkasa Pura ll tersebut.

BKS menuturkan, stasiun yang dilewati untuk jalur ruas Pangkajene-Maros adalah Sta­siun Maros dan Mangilu yang memiliki sejumlah objek wisata. Yakni, wisata alam Anjungan Sumpang Binangae dan wisata alam Pantai Ujung Batee dekat Stasiun Barru.

Baca juga : Pemainnya Terlalu Banyak, Kartel Di Industri Migor Sulit Terjadi

Kemudian, ada Pantai La­guna dan Pantai Laona yang dekat Stasiun Tanete Rilau. Selanjutnya, terdapat wisata alam Sorongan dekat Stasiun Mandele, Telaga Biru Segari dekat Stasiun Ma’rang, dan Wisata Mangrove Dewi Biring­kassi dekat Stasiun Labakkang Wisata, serta Ramang-Ramang yang berada di dekat Stasiun Ramang-Ramang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.