Dark/Light Mode

Menhub: Pembangunan Tak Hanya Di Pulau Jawa

Hore… Kereta Pertama Di Sulawesi Beroperasi

Sabtu, 3 Desember 2022 06:35 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan soft launching (pengoperasian terbatas) jalur ruas Pangkajene Kepulauan (Pangkep) – Maros.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan soft launching (pengoperasian terbatas) jalur ruas Pangkajene Kepulauan (Pangkep) – Maros.

 Sebelumnya 
BKS juga menjanjikan, pada Februari 2023 akan disediakan angkutan bus dengan Skema Buy The Service dari Stasiun Ramang-Ramang ke Stasiun Maros menuju Bandara Sultan Hasanuddin, sebagai sarana integrasi antarmoda. Sekaligus akses untuk berkeliling tempat wisata sebagai angkutan dari dan ke stasiun.

Selanjutnya, kata BKS, pada Maret 2023 akan beroperasi KA penumpang perintis dan KA barang Stasiun Maros-Stasiun Garongkong sepanjang 80 km dan Tonasa -Garongkong sepanjang 66 km.

“Mei 2023 akan menambah panjang jalur yang beroperasi, mulai Stasiun Mandai-Stasiun Garongkong sepanjang 84 ki­lometer melalui 10 Stasiun,” jelasnya.

Baca juga : Lestari: Pemenuhan Hak Anak Harus Jadi Kepedulian Bersama

Dia memastikan, sebelum di­lakukan uji coba pengoperasian telah dilakukan serangkaian uji coba seperti safety assessment, sertifikasi, dan uji coba operasi, untuk memastikan terpenuhinya aspek keselamatan.

Selain itu, masa uji coba di­manfaatkan untuk mengopti­malkan kecepatan kereta api dan waktu tunggu kedatangan antarkereta (headway) yang lebih singkat.

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan Amanna Gappa mengatakan, layanan pengoperasian KA su­dah bisa dinikmati masyarakat dan gratis.

Baca juga : Moeldoko: Penanganan Konflik Sosial di Pulau Haruku Sudah Ada Kemajuan

“Pengoperasian KA ini berta­hap ya. Sudah diperpanjang sam­pai 80 Kilometer,” ucapnya.

Sekadar informasi, KA Makassar-Parepare memiliki panjang total 142 km dan meru­pakan bagian dari rencana pem­bangunan KA Trans Sulawesi, yang menghubungkan seluruh provinsi di Pulau Sulawesi.

Proyek pembangunan kereta Makassar-Parepare dibangun mulai tahun 2015, menggunakan sejumlah instrumen pembiayaan dari APBN, APBD, pendanaan kreatif non APBN yaitu, Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), Lembaga Mana­jemen Aset Negara (LMAN), Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Nilai investasinya men­capai Rp 8,25 triliun.

Baca juga : Pemainnya Terlalu Banyak, Kartel Di Industri Migor Sulit Terjadi

KA Makassar-Parepare mengimplementasikan Undang-un­dang Perkeretaapian karena memiliki operator prasarana, operator sarana, dan melibatkan badan usaha.

Proyek KA ini melayani konektivitas pada 5 wilayah Kabupaten/Kota Sulawesi Se­latan. Yaitu Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Barru, Kota Makassar, dan Kota Parepare.

Selain untuk mendukung mobilitas pergerakan manusia, jalur kereta api Makassar- Parepare juga akan mendukung kelancaran distribusi logistik. Pasalnya, jalur ini melewati be­berapa pelabuhan dan kawasan industri semen di Sulawesi Selatan. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.