Dark/Light Mode

Laba Bersih BTN Terdongkrak 41,51 Persen Per November 2022

Kamis, 15 Desember 2022 12:48 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip mengatakan, Right issue penting bagi BTN untuk memperkuat permodalannya, sekaligus untuk meningkatkan komposisi sumber dana murah BTN bagi penyediaan KPR yang terjangkau, terutama yang bersubsidi.

Menurutnya, rasio kecukupan modal (CAR) BTN saat ini yang berada pada level 13 persen membatasi ruang gerak BTN terutama dalam memperkuat bisnis KPR komersial agar seimbang dengan KPR bersubsidi.

Baca juga : Bikin Omnibus Law Versi BUMN, Erick Sulap 45 Permen Jadi 3 Permen

“BTN setidaknya membutuhkan CAR tier-1 sebesar 18-20 persen. Dengan CAR tier-1 sebesar 18-20 persen maka gerak BTN menjadi lebih leluasa dalam mengatur dan menyimbangkan antara upaya BTN memenuhi target perumahan KPR bersubsidi dengan pengembangan KPR Komersialnya,” kata Sunarsip.

Sementara CAR tier-1 BTN akan naik menjadi 19-20 persen pasca rights issue Rp 4,13 triliun selesai. Sunarsip juga menyoroti, saat ini adalah waktu yang tepat bagi BTN untuk melakukan rights issue. Hal ini didorong oleh sejumlah data yang menunjukan dana asing kembali masuk ke Indonesia.

Baca juga : Daya Beli Naik 18 Persen, Lamudi.co.id Property Awards 2022 Kembali Digelar

“Jadi, ini adalah peluang bagi right issue BTN untuk menangkap dana-dana asing yang masuk tersebut. Dan kalau dana asing yang masuk tersebut dapat diserap lebih lama melalui instrumen pasar modal, ini akan jadi amunisi untuk memperkuat devisa nasional dan sekaligus dapat menjadi sinyal untuk mengarah pada penguatan nilai tukar rupiah,” ungkapnya.

Sunarsip meyakini, sektor properti yang menjadi bisnis utama BTN, masih akan tumbuh positif di 2023. Hal ini ditopang oleh berbagai indikator makro ekonomi dan indeks bisnis serta manufaktur memperlihatkan kinerjanya yang cukup solid.

Baca juga : BI Bicara Boyong 11 Penghargaan Contact Center World 2022

Ia menegaskan, tahun 2023 bisa menjadi momentum bagi BTN pasca right issue. Right issue akan meningkatkan permodalan BTN sekaligus memperkuat sumber pendanaan murahnya.

“Dengan kekuatan ini, maka BTN memiliki peluang yang semakin besar untuk mengembangkan bisnis perumahan dan propertinya secara lebih agresif sekaligus memenuhi target pemerintah,” pungkas Sunarsip. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.