Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ekspor 297 Ribu Mobil, Toyota Cetak Rekor

Rabu, 25 Januari 2023 20:22 WIB
Pengiriman Toyota Veloz yang merupakan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ke negara tujuan ekspor. (Foto: Ist)
Pengiriman Toyota Veloz yang merupakan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ke negara tujuan ekspor. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Toyota Indonesia berhasil ekspor kendaraan Toyota brand sebesar hampir 297 ribu unit sepanjang 2022 ke lebih 80 negara. Jumlah tersebut naik 58 persen dibandingkan dengan kinerja ekspor di 2021. 

Performa ekspor Toyota Indonesia telah memberikan kontribusi nyata sebesar 63 persen terhadap total ekspor CBU ekspor nasional sejumlah 473,602 unit.

Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi aktivitas pengiriman kendaraan Toyota ke pasar internasional, sejak tahun 1987 hingga tahun 2022. Selama lebih dari 3 dasawarsa, Toyota Indonesia telah mengirimkan 2,3 juta unit kendaraan Toyota brand ke berbagai negara tujuan ekspor, dan Toyota Fortuner menempati posisi sebagai kontributor ekspor terbesar hingga 578 ribu unit sejak pengiriman perdananya.

Berita Terkait : Jual 331 Ribu Mobil, Toyota Pimpin Pasar Otomotif Nasional

Bob Azam, Direktur Hubungan Eksternal PT TMMIN mengatakan, perjalanan pertumbuhan dan pencapaian ekspor industri otomotif nasional, bukanlah suatu proses yang dapat kami raih secara singkat ataupun instan, namun membutuhkan kerja keras juga proses yang cukup panjang. Sejak 1987, selama 35 tahun pihaknya menginisiasi ekspor perdana kendaraan Toyota Indonesia buatan anak bangsa, dengan mengirimkan Kijang, hingga akhirnya berhasil mengirimkan 297 ribu unit kendaraan Toyota brand di sepanjang 2022. 

“Bahkan, Toyota Veloz yang baru kami ekspor di tahun lalu, menjadi kontributor terbesar di angka 70 ribu unit. Tahun ini, kami juga akan melakukan ekspansi negara tujuan ekspor ke Kawasan Afrika, sebagai salah satu strategi untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya. 

Menurut Bob, pencapaian ini tidak dapat diraih tanpa adanya dukungan, insentif, serta kebijakan penuh dari Pemerintah. “Di tengah ancaman perlambatan ekonomi global pun, Toyota Indonesia tetap menargetkan pertumbuhan kinerja ekspor tahun 2023 akan naik sebesar 5 persen,” ujar Bob.

Berita Terkait : Aurora Ribero, Total Akting Sampai Sakit Tenggorokan

Prospek 2023

Menurut Bob, situasi perekonomian global di 2023 yang diprediksi melambat, menjadi tantangan bagi kinerja ekspor dalam negeri. Pemerintah pun terus menggencarkan strategi diversifikasi negara tujuan ekspor untuk tetap mempertahankan kontribusi ekspor nasional yang selama ini berperan dalam pemulihan ekonomi Indonesia. 

“Hal ini selaras dengan upaya yang dilaksanakan oleh TMMIN di tahun lalu, yang berhasil membuka pasar ekspor kendaraan Toyota Indonesia ke Australia dan tahun ini akan menambah negara tujuan ekspor di kawasan Afrika,” ujarnya.

Berita Terkait : Curi Mobil, Terjebak Di Cor Beton Basah

Selain harus mempertahankan tren pertumbuhan ekspor yang positif, industri otomotif nasional juga memasuki transformasi kendaraan dengan teknologi elektrifikasi. Pengembangan industri lokal untuk komponen kendaraan, penguatan kemampuan SDM nasional yang menyeluruh di industri otomotif meliputi rantai pasok dan seluruh stakeholder, serta penyelarasan roadmap industri dengan roadmap bauran energi nasional dan roadmap emisi Indonesia.

“Peta jalan pengembangan kendaraan elektrifikasi Toyota di Indonesia memiliki tujuan yang sama yaitu mengurangi karbon untuk masa depan yang lebih hijau. Partisipasi aktif kami dalam mendukung target Pemerintah untuk dekarbonisasi kami wujudkan melalui realisasi dan komitmen nyata dengan membangun ekosistem elektrifikasi yang meliputi eskalasi kemampuan SDM dalam negeri, investasi pengembangan manufaktur otomotif, hingga menyediakan ragam teknologi elektrifikasi yang lengkap sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia dan permintaan pasar global,” tutup Bob.