Dark/Light Mode

Bos IKN: 100 Investor Minat Investasi Di IKN Nusantara

Kamis, 2 Februari 2023 14:51 WIB
Menteri Investasi/Kepala BPKM Bahlil Lahadalia bersama Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Bambang Susantono dan Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi saat menjadi pembicara pada acara Mandiri Investment Forum. (Foto: Ist)
Menteri Investasi/Kepala BPKM Bahlil Lahadalia bersama Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Bambang Susantono dan Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi saat menjadi pembicara pada acara Mandiri Investment Forum. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Bambang Susantono mengungkapkan, hingga akhir Januari 2023 tercatat lebih dari 100 investor telah menyatakan minat berinvestasi di IKN Nusantara. Di mana 90 investor diantaranya telah menyampaikan Letter of Interest (LoI).

"Kita dapat banyak sekali sebenarnya, tapi sekarang portfolio yang aktif adalah ini (90 LoI)," katanya dalam Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 Morning Talk seperti dikutip dari Antara, Kamis (2/2). 

Sejumlah sektor investasi yang diminati para investor, diantaranya infrastruktur dan utilitas sebanyak 25 investor, edukasi 15 investor, konsultan 14 investor, perumahan 10 investor, komersial 9 investor, teknologi 6 investor, kesehatan 5 investor dan perkantoran sebanyak 6 investor.

Menurut Bambang, saat ini ada tiga investor yang siap membangun hunian di IKN, yaitu Konsorsium CCFG Corp dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara dengan investasi sebesar Rp 30,8 trilliun. Selain itu, ada Korea Land and Housing Corp dengan investasi Rp 8,65 trilliun dan PT Summarecon Agung Tbk sebesar Rp 1,67 trilliun. Melalui investasi tersebut nantinya akan dibangun 184 tower hunian dengan kapasitas 14.500 jiwa dan direncanakan akan selesai pada akhir 2024.

Baca juga : SimInvest Luncurkan Fitur Investasi Reksa Dana

Pada kesempatan yang sama, selain investasi di IKN, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, hingga 2040, kebutuhan investasi Indonesia mencapai 545,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang terbagi dalam delapan sektor prioritas. Yaitu mineral dan batubara membutuhkan investasi 431,8 miliar dolar AS, minyak dan gas bumi sebesar 68,1 miliar dolar AS, dan sektor perkebunan, kelautan, perikanan dan kehutanan sebesar 45,4 miliar dolar AS.  

Sejak 2019 hingga 2022, investasi di sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menunjukkan tren peningkatan hingga 177,9 persen dari Rp 61,6 triliun menjadi Rp 171,2 triliun. 

“Sektor lain yang menjadi primadona pada tahun 2022 adalah pertambangan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, perumahan dan kawasan industri, serta industri kimia dan farmasi,” terang Bahlil.

Dalam rangka menjaga ketahanan energi di Indonesia, ia mengungkapkan, pemerintah akan melakukan penghentian ekspor listrik dengan Energi Baru Terbarukan (EBT). Target Indonesia di tahun 2025, energi baru terbarukan mencapai 25 persen dari total pemakaian energi. Oleh sebab itu, penggunaan energi baru terbarukan harus dioptimalkan di dalam negeri.

Baca juga : Menteri Erick Dorong BUMN Jaring Investasi Di Luar Pasar Modal

Bukan cuma itu, menurutnya peluang investasi dari program hilirisasi sumber daya alam menjadi komoditas bernilai tambah. Beberapa program ini antara lain adalah pengolahan nikel menjadi baterai kendaraan listrik, gasifikasi batubara menjadi dimetil eter (DME), pengolahan gas alam menjadi methanol dan pupuk, serta hilirisasi sektor pangan. 

Komitmen Pemerintah yang mendorong hilirisasi SDA (Sumber Daya Alam), akan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi baterai kendaraan listrik. Sejumlah rencana investasi terkait hal ini adalah pembangunan industri baterai terintegrasi oleh LG sebesar 9,8 miliar dolar AS dan CATL sebesar 5,2 miliar miliar dolar AS. 

“Selain itu, Foxconn juga akan membangun industri baterai dan kendaraan listrik termasuk industri pendukungnya dengan investasi 8 miliar dolar AS. Serta Envision/INBC yang membangun Kawasan Industri Net Zero dan industri baterai terintegrasi,” ucapnya.

Mandiri Investment Forum (MIF) merupakan forum Investasi tahunan terbesar yang mengusung tema Prevailing Over the Turbulence ini merupakan hasil kolaborasi Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas yang disokong oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Di mana tahun ini merupakan edisi ke-12 penyelenggaraan MIF. 

Baca juga : Ganjar Milenial Center Gelar Lomba Tari Malam Rindu Budaya Di IKN Nusantara

Forum ini diikuti lebih dari 25 ribu peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk lebih dari 800 investor asing yang akan turut menghadiri MIF 2023, yang kali ini kembali dilakukan secara hybrid.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.