Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penundaan IPO Inalum Sudah Tepat
Pelaku Pasar Modal Lagi Dihantui Tekanan Global
Rabu, 8 Februari 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2022 tentang Pengurangan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Inalum, perusahaan tidak lagi memiliki kepemilikan saham pada PT Antam, PT Timah, PT Bukit Asam, dan PT Freeport Indonesia. PP itu juga menjabarkan nilai pengurangan modal negara di Inalum mencapai Rp 48,7 triliun.
Ditegaskan mantan bos Garuda Indonesia ini, Inalum bakal mengambil langkah untuk menarik permodalan lewat penerbitan Surat Utang Negara (SUN) valuta asing (valas) atau global bond. Serta pendanaan yang bersumber pada keuangan mandiri perusahaan.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Kesiapan Layanan Haji
Selanjutnya, lewat manuver reorganisasi di tubuh Inalum. Saat ini perusahaan ditugasi operasi khusus untuk menunjang program hilirisasi komoditas pertambangan mineral di Tanah Air.
Langkah itu bagian dari split off, supaya Inalum lebih fokus kepada pengembangan untuk bisa melakukan produksi aluminium.
Baca juga : Penugasan Plh Gubernur Papua Sudah Dikirim Duluan Via Whatsapp
“Sehingga apa yang disampaikan Presiden Jokowi terkait pengembangan bauksit menjadi alumina dan aluminium bisa makin ditingkatkan,” jelas Pahala.
Ia menegaskan, sebenarnya Kementerian BUMN mendukung rencana IPO dalam rangka mempercepat produksi aluminium sesuai dengan amanat Presiden Jokowi, yang melarang ekspor bauksit. Namun, dengan berbagai pertimbangan, IPO Inalum belum bisa dilaksanakan tahun ini.
Baca juga : Teken MoU Dengan BEI, APJII Upgrade Pemahaman Pasar Modal Dan Investasi
Padahal diakui Pahala, kinerja Inalum tahun 2022 sudah sangat baik. “Tak hanya itu, proses Inalum untuk split off atau pemisahan dari MIND ID dilakukan demi mengejar target hilirisasi bauksit menjadi aluminium,” ungkapnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya