Dark/Light Mode

Bakal Jadi Perusahaan Sawit Terbesar

Erick: PalmCo Ditarget Intervensi Pasar Migor

Senin, 27 Maret 2023 07:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/3/2023). (Foto: Antara).
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/3/2023). (Foto: Antara).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembentukan PalmCo sebagai subholding PTPN Group, yang khusus mengelola bisnis sawit dari hulu ke hilir, masih menunggu payung hukum. Setelah itu, perusahaan akan melakukan Initial Public Offering (IPO).

Pengamat BUMN dari Univer­sitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, peluang PalmCo mening­katkan kapasitas bisnis akan lebih kuat setelah menjadi perusahaan terbuka alias pasca IPO.

“Setidaknya ada tiga manfaat yang akan bisa dinikmati Palm­Co setelah menjadi perusahaan terbuka,” katanya.

Baca juga : Jokowi Kesal Indonesia Masih Impor Baju Bekas

Pertama, mendapatkan dana segar dari penawaran saham IPO yang dibutuhkan untuk ekspansi bisnis.

Kedua, setelah menjadi peru­sahaan terbuka, maka kualitas tata kelola perusahaan akan semakin baik karena ada standar transparansi dan pengawasan dari pemegang saham maupun dari regulator secara berkala.

Dengan demikian, PalmCo tidak akan mudah diintervensi oleh pihak manapun yang dapat mengganggu dan membebani kinerja keuangan perusahaan.

Baca juga : Benteng Persatuan Rakyat Mantap Jagokan Erick Thohir, Ini 3 Alasannya

“Menjadi perusahaan terbuka berarti akan meningkatkan kualitas governance perusahaan, sehingga intervensi dari pihak manapun bisa lebih diminimali­sir,” ungkap Toto.

Ketiga, sebagai perusahaan terbuka, kinerja PalmCo akan terus dituntut tetap prima agar tidak ditinggal investor.

Kegiatan perusahaan dilaku­kan secara terbuka dengan me­laporkan aksi korporasi dan laporan keuangan kepada publik secara berkala.

Baca juga : Erick Patok Palm Co Ungguli Golden Agri

Toto menegaskan, PalmCo yang merupakan hasil konsolidasi dari unit bisnis sawit di anak usaha PTPN Group akan bekerja lebih lincah karena bisa mandiri. Mulai dari perencanaan bisnis hingga pelaksanaannya.

Pembentukan PalmCo meru­pakan upaya percepatan lang­kah subholding PTPN menjadi perusahaan yang lebih agile. Dengan kemandirian yang dimi­liki, maka banyak corporate ac­tion yang bisa dilakukan dengan lebih cepat dan dinamis.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.