Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Riset LPEM UI : GoTo Sumbang Nilai Tambah Rp 428 Triliun Ke PDB Indonesia
Rabu, 29 Maret 2023 17:58 WIB
Sebelumnya
“Ini menunjukkan ketangguhan ekosistem kami baik saat pandemi maupun pada masa pemulihan. Sejalan dengan misi kami untuk mendorong kemajuan, GoTo akan terus menciptakan kontribusi positif melalui bisnis yang berkelanjutan,” tutur Andre.
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, GoTo merupakan salah satu perusahaan yang membantu Indonesia di masa pemulihan tersebut.
“Melalui kajian LPEM FEB UI, saya mengapresiasi kontribusi dan dampak nyata GoTo ke perekonomian nasional, khususnya dalam menciptakan tambahan lapangan pekerjaan melalui bisnis mitra UMKM nya, mengurangi tingkat kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan pendapatan,” ungkapnya.
Ke depan, Airlangga yakin skala dampak GoTo juga akan berkembang seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan tumbuh hingga 360 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di tahun 2030.
Baca juga : Bamsoet Dukung Kerja Sama PT BAMS-PBA Majukan UMKM Indonesia
“Saya berharap GoTo terus dapat menghadirkan inovasi produk dan layanan yang berguna untuk jutaan mitra driver, mitra UMKM, dan konsumen di Indonesia serta secara konsisten mampu mentransformasi UMKM untuk masuk ke ekosistem digital,” yakin Airlangga.
Dampak Multiplier
Secara lebih dalam, penelitian LPEM UI menunjukkan bahwa ekosistem GoTo telah menghasilkan dampak multiplier kepada masyarakat.
Selain berpotensi memberikan kontribusi hingga Rp 428 triliun ke ekonomi nasional, beberapa temuan penting dari riset ini. Beberapa di antaranya, ekosistem GoTo Group mampu meningkatkan kesempatan kerja masyarakat.
Baca juga : Analis: Tiga Bank Amerika Tutup Tak Berdampak Ke Indonesia
Berdasarkan penelitian, secara keseluruhan aktivitas bisnis GoTo Group melalui mitra UMKM telah menambah kesempatan kerja bagi 1,1 juta hingga 1,7 juta jiwa di angkatan kerja, atau setara 0,8-1,2 persen dari total penduduk bekerja di tahun 2022 yang mencapai 135 juta.
“Penambahan ini di luar belasan jutaan mitra yang sudah berada di ekosistem GoTo,” kata Chaikal.
Lebih lanjut Chaikal mengatakan, kehadiran ekosistem GoTo Group juga berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0,317 persentase poin secara rata-rata di kabupaten/kota di mana platform Gojek dan Tokopedia koeksis.
"Jika diakumulasi ke tingkat nasional, ukuran dampak ko-eksistensi GoTo setara dengan mengeluarkan 24.666 orang dari kemiskinan atau 1 persen dari total pengurangan jumlah penduduk miskin sepanjang periode 2015-2022," ujarnya.
Baca juga : Sah, IMI Kukuhkan Jokowi Sebagai Bapak Otomotif Indonesia
Selanjutnya, peluang pekerjaan yang ditawarkan ekosistem GoTo Group dapat berkontribusi untuk menurunkan kesenjangan pendapatan.
“Kehadiran GoTo diasosiasikan dengan penurunan koefisien Gini sebesar 4,43 persen rata-rata di kabupaten/kota di mana Gojek dan Tokopedia hadir bersama-sama,” pungkas Chaikal. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya