Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertemuan Pertama Menkeu & Gubernur Bank Sentral Di Bali Sukses
Negara ASEAN Sepakat Jaga Stabilitas Ekonomi
Senin, 3 April 2023 06:45 WIB
Sebelumnya
Dengan tema ini, Indonesia berharap bahwa ASEAN akan tetap relevan, strategis dan penting bagi dunia, atau dengan kata lain ASEAN Matters.
Menurutnya, Epicentrum of Growth mencerminkan bahwa Indonesia ingin menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional dan dunia. Selain itu, ASEAN diharapkan selalu menjadi suatu titik terang dalam perekonomian dunia.
Sri Mulyani menjelaskan, kawasan ASEAN selalu menawarkan prospek ekonomi yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan prospek ekonomi dunia.
Baca juga : Erick Thohir Godok Kerja Sama Ekonomi
Hal ini menjadi suatu landasan bahwa kolaborasi dan kerja sama ASEAN yang kuat perlu dilakukan. Ini penting agar ASEAN mampu bertahan terhadap berbagai risiko yang dapat mengancam perekonomian kawasan.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, untuk menjawab tantangan ASEAN, anggota harus bekerja sama secara kolaboratif dan kooperatif.
“Sebagai Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan, kita harus memanfaatkan keahlian dan pengalaman kolektif untuk mengembangkan kebijakan dan langkah yang mempromosikan ketahanan ekonomi, keberlanjutan dan inklusi,” jelas Perry.
Baca juga : Ketemu Menkeu Qatar, Erick Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi
Tindakan tersebut, lanjut dia, dapat mencakup tiga agenda berikut. Pertama, memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika stabilitas makroekonomi. Keuangan global dan regional, serta mampu merumuskan bauran kebijakan yang optimal.
Kedua, memanfaatkan agenda global di bidang pembayaran lintas batas. Ketiga, dinamika pasar keuangan global saat ini sangat dipengaruhi oleh siklus kenaikan suku bunga yang cepat oleh Bank Sentral utama (AS).
“Karenanya, lebih penting bagi pasar negara berkembang untuk melindungi sektor eksternal dari konsekuensi yang tidak diinginkan,” tegas Perry.
Baca juga : Prabowo Serukan Negara ASEAN Jaga Perdamaian
Sejalan dengan tema, Epicentrum of Growth, ASEAN secara kolektif memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabilitas makro ekonomi. Misalnya, ekonomi ASEAN-5 tumbuh sebesar 5,3 persen tahun lalu. Dan secara kolektif diperkirakan menjadi 4,6 persen tahun ini, dan meningkat menjadi 5,6 persen pada tahun 2024.
Pertumbuhan ini, antara lain akan terus berlanjut didukung oleh konsumsi, perdagangan dan investasi yang kuat, serta perdagangan terbuka dan investasi ke negara lain.
Hasil pertemuan 1st AFMGM ini akan dilaporkan ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 yang akan diselenggarakan pada Mei 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemudian akan dilanjutkan dengan 2nd AFMGM pada Agustus 2023 di Jakarta. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya