Dark/Light Mode

Kompak, Gobel dan Teten Lindungi UMKM Dari Serbuan Produk Impor

Jumat, 7 April 2023 11:17 WIB
Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang Rachmat Gobel (kanan) dan Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang Rachmat Gobel (kanan) dan Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPR Bidang Koodinator Industri & Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel dan Menteri Koperasi & UMKM Teten Masduki menyatakan prihatin, terhadap kondisi UMKM Indonesia akibat serbuan produk impor.

“Kami memiliki kesamaan gagasan dan sikap untuk melindungi UMKM dari produk impor. Ini sangat penting bagi masa depan Indonesia,” kata Gobel, Jumat (7/4).

Dua hari lalu, Gobel menerima Teten di rumah dinasnya. Mereka mendiskusikan masalah koperasi dan UMKM. Produk herbal seperti jamu, wellness, dan fitofarmaka juga ikut dibahas.

Mereka juga membahas soal produk tekstil tradisional Indonesia seperti batik, songket, tenun, dan kain karawo. Serta impor garmen dan kain bekas.

"UMKM harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Bahkan, bisa menjadi salah satu pilar ekspor produk Indonesia,” kata Gobel.

Baca juga : Telkom Optimalkan Peluang UMKM di Berbagai Industri

Dia bilang, perlindungan, penguatan, dan pemberdayaan terhadap UMKM memiliki makna strategis bagi ekonomi nasional dan ketahanan nasional.

Ada lima alasan yang disampaikannya, terkait hal ini. Pertama, UMKM menyerap tenaga kerja yang sangat besar. Kedua, jumlah UMKM sangat besar.

Ketiga, produk UMKM memiliki kandungan lokal yang sangat besar. Keempat, UMKM merupakan pilar utama nasional dalam menghadapi beragam krisis nasional.

Kelima, produk-produk UMKM banyak yang merupakan wujud dari kebudayaan nasional. Seperti batik, handicraft, tenun, songket, jamu, dan sebagainya.

Kelima, basis UMKM berada di desa, sehingga berada di akar rumput.

Baca juga : Ganjar Milenial Center Banten Bangkitkan Kembali UMKM Produk Opak

“Ekonomi yang berbasis budaya selalu mengandung filosofi budaya kita. Itu diwariskan dari generasi ke generasi. Sejarahnya sangat panjang," jelas Gobel.

"Jika ekonomi berbasis budaya ini punah, kita akan kehilangan pijakan,” tandasnya.

Karena itu, Gobel meminta pemerintah untuk melarang impor produk ekonomi yang berbasis budaya bangsa. Seperti batik, songket, tenun, dan sebagainya.

Bahkan, Teten juga memaparkan ihwal kasus yang menimpa salah satu jenis sarung produk Pekalongan dan Tegal, yang sering disebut sebagai sarung toldem.

Sarung produk UMKM ini diekspor ke negara-negara Afrika, namun mulai ditiru oleh China.

Baca juga : Kanada Gelar Speed Mentoring Hari Perempuan Internasional

Jika kita membiarkan ini terus terjadi, maka industri batik kita akan punah dalam beberapa generasi ke depan. Generasi mendatang tak bisa lagi membatik. Batik akan menjadi sesuatu yang asing.

"Kita jangan mengulang kesalahan pada kasus rotan  karena membuka keran ekspor rotan asalan. Dan mematikan sebagian besar industri rotan nasional. Padahal sebelumnya, Indonesia menjadi eksportir produk kerajinan rotan dari UMKM," papar Gobel.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.