Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kompak, Gobel dan Teten Lindungi UMKM Dari Serbuan Produk Impor
Jumat, 7 April 2023 11:17 WIB
Sebelumnya
Teten dan Gobel juga berbagi cerita tentang ancaman produk garmen impor, terhadap industri garmen skala rumah tangga dan skala kecil.
Hal itu disaksikannya sendiri, di sentra-sentra konveksi di Jawa Barat yang mulai kepayahan dalam menghadapi serbuan impor.
Impor Pakaian Bekas
Gobel dan Teten juga sepakat untuk tetap melarang impor pakaian bekas.
"Jika ada pakaian bekas, maka itu ilegal. Larangannya sudah ada sejak 2015,” ucap Teten.
Baca juga : Telkom Optimalkan Peluang UMKM di Berbagai Industri
Gobel menambahkan, impor pakaian bekas kerap berlindung di balik alasan membantu rakyat membeli barang murah.
Tapi, perlu diingat, impor barang bekas mengancam industri konveksi, yang isinya juga rakyat. Karena industri konveksi adalah industri rumahan.
"Jadi pada akhirnya, kita harus menentukan akan memilih rakyat yang mana. Tentu sebagai bangsa yang waras, kita akan memilih yang bernilai strategis dan produktif," beber Gobel.
Produk Herbal
Untuk produk herbal, Gobel dan Teten sepakat tak hanya melindungi jamu, tetapi juga wellness dan fitofarmaka. Karena memiliki skala ekonomi yang lebih besar dan nilai ekonomi lebih tinggi.
Baca juga : Ganjar Milenial Center Banten Bangkitkan Kembali UMKM Produk Opak
Mereka juga menilai perlunya bantuan permodalan, terkait hal tersebut
Sebagai contoh, Kalimantan memiliki kemampuan memproduksi jahe. "Tapi, jika dikirim ke Jawa dalam bentuk jahe, akan tidak efisien. Karena itu, harus sudah diekstrak,” terang Teten.
RUU Koperasi
Gobel dan Teten juga sepakat untuk segera menyelesaikan RUU Koperasi. “Undang-undang yang berlaku saat ini, lahir tahun 1992. Sudah butuh penyesuaian,” ujar Teten.
Saat ini, muncul berbagai kasus pidana yang melibatkan koperasi. Ini merugikan masyarakat banyak. Karena itu, dalam RUU Koperasi yang baru, akan memasukkan aspek pengawasan terhadap koperasi oleh lembaga independen semacam Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Serta penjaminan terhadap dana masyarakat oleh lembaga semisal Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Baca juga : Kanada Gelar Speed Mentoring Hari Perempuan Internasional
“Kita harus duduk bersama, agar soal-soal ini bisa diselesaikan. Agar UMKM menjadi kuat, kita harus bersatu dalam wadah koperasi," tegas Gobel.
Menurutnya, UMKM akan menjadi kekuatan sangat penting, sebagai pelaku ekspor produk-produk Indonesia. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya