Dark/Light Mode

Dapat Guyuran Investasi Dari Jerman Untuk Industri Baterai Rp 38,34 Triliun

Pengamat Sebut Indonesia Jadi Magnet Para Investor

Selasa, 18 April 2023 16:52 WIB
Foto: Sekretariat Kabinet.
Foto: Sekretariat Kabinet.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kabar gembira. Yakni, Indonesia telah mendapatkan kepastian terkait investasi industri baterai listrik di Tanah Air.

Bahlil menyebut, kepastian ini diperoleh setelah Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan tiga pemimpin perusahaan Eropa yang salah satunya adalah CEO Badische Anilin- und Soda-Fabrik (BASF) Dr. Martin Brudermuller, pada hari Minggu sore waktu setempat (16/4).

Tepatnya, di sela-sela kunjungan kenegaraan ke Hannover, Jerman, pekan ini. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menyampaikan, Indonesia memiliki potensi besar bagi investasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik, sehingga menjadi magnet para investor menanamkan investasinya.

Baca juga : Pengamat: Masa Depan Ekonomi Indonesia Di Maluku Utara

“Dengan mempertimbangkan bahwa kendaraan listrik adalah kendaraan masa depan, saya kira tidak sulit untuk mendapatkan investor untuk masuk ke Indonesia. Potensi Indonesia menjadi magnet untuk menarik investor masuk ke Indonesia,” ujar Piter, Selasa (18/4).

Menurut Piter, untuk lebih memberikan daya tarik kepada investor syaratnya adalah konsistensi dan kesungguhan kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik.

“Hal ini yang dituangkan oleh pemerintah dalam bentuk kebijakan hilirisasi dan ekonomi hijau. Jadi itu sejalan. Hilirisasi, ekonomi hijau dan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik adalah satu kesatuan. Saya meyakini hal ini bisa kita wujudkan ke depan,” jelas Piter.

Baca juga : Dubes RI Untuk Inggris Desra Jamu Dan Semangati Tim Indonesia Di All England

Piter menjelaskan, investasi pada industri baterai kendaraan listrik membutuhkan waktu yang relatif tidak sebentar.

Oleh sebab itu, Piter tidak khawatir dengan kondisi politik dan keamanan tanah air di tahun politik ini yang ditandai dengan pergantian kepemimpinan tidak menyurutkan investor menaruh dananya ke Indonesia.

Pasalnya, berdasarkan pengalaman dari pemilu ke pemilu yang lalu, diyakini ke depan kondisi keamanan dan investasi dalam negeri akan tetap terjaga.

Baca juga : Dubes RI Untuk Australia Siswo Pramono, Happy Indonesia Jadi Tema Cowra Festival

“Kalau kita bicara investasi, kita bicara jangka menengah panjang. Investasi tentu mempertimbangkan bukan hanya tahun ini. Tapi dalam periode 5, 10 atau bahkan belasan tahun kedepan,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.