Dark/Light Mode

Dapat Guyuran Investasi Dari Jerman Untuk Industri Baterai Rp 38,34 Triliun

Pengamat Sebut Indonesia Jadi Magnet Para Investor

Selasa, 18 April 2023 16:52 WIB
Foto: Sekretariat Kabinet.
Foto: Sekretariat Kabinet.

 Sebelumnya 
“Jadi bukan investasi yang cocok untuk tahun politik sekarang ini saja. Tapi investasi yang bisa mengantisipasi perkembangan jauh ke depan. Industri kendaraan listrik dan seluruh supply chainnya adalah salah satu investasi yang menjanjikan,” tukas Piter.

Sebelumnya, Menteri Bahlil menyebut BASF sudah menyampaikan secara langsung minat investasi dalam pembangunan ekosistem baterai mobil di Maluku Utara.

“BASF menyampaikan secara langsung minat investasinya kepada Bapak Presiden Jokowi untuk melakukan investasi di Maluku Utara dalam rangka pembangunan ekosistem baterai mobil yang kurang lebih investasinya sekitar 2,6 miliar dolar AS (setara Rp 38,34 triliun, kurs Rp14.748),” jelas Bahlil.

Baca juga : Pengamat: Masa Depan Ekonomi Indonesia Di Maluku Utara

Mantan Ketua Umum HIPMI menjelaskan, nantinya, BASF akan bekerja sama dengan perusahaan Prancis, Eramet, untuk menciptakan ekosistem tersebut dengan menerapkan praktik usaha yang memperhatikan ESG (Environment, Social and Government) lingkungan dan menggunakan energi hijau.

Ia menyampaikan perusahaan tersebut akan mulai pembangunan pada akhir 2023.

"Proses pembangunannya akan mulai dilakukan di akhir tahun 2023 ini,” sambung Bahlil.

Baca juga : Dubes RI Untuk Inggris Desra Jamu Dan Semangati Tim Indonesia Di All England

Kedua, Bahlil menjelaskan perusahaan Volkswagen (VW) melalui PowerCo juga turut akan membangun ekosistem baterai mobil di Indonesia dengan bekerja sama bersama sejumlah perusahaan termasuk perusahaan nasional.

VW akan bekerja sama dengan PT Vale Indonesia (Tbk), Ford, dan Huayou yang sedang membangun smelter di Sulawesi Selatan.

Lalu ada juga kerja sama VW, Eramet dan Kalla Group. Serta VW akan bekerja sama dengan perusahaan nasional yakni Merdeka.

Baca juga : Dubes RI Untuk Australia Siswo Pramono, Happy Indonesia Jadi Tema Cowra Festival

"Poinnya sama akan melakukan ekosistem baterai mobil tapi ada yang langsung investasi JV, ada yang menjamin supply bahan baku. Saya pikir momentum tepat untuk sampaikan bahwa Indonesia terbuka dalam rangka tarik investasi tidak hanya di. Asia tapi juga Eropa," paparnya.

Menurut Bahlil, hal tersebut merupakan momentum yang tepat untuk menunjukkan bahwa Indonesia secara terbuka memberikan peluang investasi kepada perusahaan di seluruh dunia.

“Ini sebagai bentuk investasi yang inklusif dan sekaligus untuk menganulir cara pikir orang bahwa seolah-olah pengelolaan tambang kita di Indonesia tidak memperhatikan kaidah-kaidah yang ada pada standar internasional,” pungkas Bahlil. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.