Dark/Light Mode

Pameran Industri Furnitur IFFINA Diharapkan Dongkrak Pasar Hingga 10-15 Persen

Selasa, 9 Mei 2023 21:26 WIB
Pameran furnitur yang digelar IFFINA. (Foto: Istimewa)
Pameran furnitur yang digelar IFFINA. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca vakum enam tahun, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) kembali akan menggelar The International Furniture and Craft Fair Indonesia atau (IFFINA).

Tahun ini merupakan ke-10 kalinya penelenggaraan IFFINA sejak pertama kali digelar pada 2008

 Kali ini IFFINA akan didukung oleh tiga Kementerian terkait, yakni Kementerian Perindustrian, Kemenkop UKM, Kementerian Perdagangan, serta Bank Indonesia (BI).

Baca juga : Ekonom Puji Kinerja Menteri Bahlil

Rencananya, IFFINA akan digelar pada 14-17 September 2023 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Ketua Umum Asmindo Dedy Rochimat mengatakan, saat ini industri mebel dan kerajinan merupakan industri yang PDB-nya terus tumbuh sejak enam tahun terakhir.

Selain itu, pasar mebel dunia adalah pasar yang sangat potential bagi Indonesia.

Baca juga : Pos Indonesia Distribusikan Bantuan Pangan Beras Pemerintah Hingga Penjuru Negeri

Pada 2022 saja, pasar mebel dunia berhasil mencatat pendapatan secara global sebesar 695 miliar dolar AS (Rp 10.256,8 triliun) dan diprediksi meningkat menjadi 766 miliar dolar AS (Rp 11.304,6 triliun) pada akhir 2023.

“Jika dibandingkan dengan Indonesia, Industri mebel indonesia sat in baru bisa mencatatkan pendapatan sebesar 2,8 miliar dolar AS (Rp 41,32 triliun) tahun 2022, yang secara ranking global menempatkan kita di urutan ke 17 dunia dan ke 4 di regional asia, mash dibawah China, Vietnam dan Malaysia,” kata Dedy di acara acara launching Pameran ‘The International Furniture and Craft Fair Indonesia atau (IFFINA),’ di Jakarta, Selasa (9/5).

Menurut dia, angka tersebut masih cukup kecil, padahal industri mebel merupakan industri strategis yang memiliki banyak manfaat.

Baca juga : Perusahaan Souvenir Ini Berdayakan Pelaku UMKM Lokal Tembus Pasar Nasional Hingga Forum Internasional

Selain menjadi industri penghasil devisa yang kuat, industri mebel juga memiliki nilai tambah yang tinggi karena rantai nilai yang panjang dan keunggulan pada sumber daya alam kita yang melimpah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.