Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Negara Lain Sudah Melambung
Awas, Harga Si Manis Melonjak Di Tanah Air
Sabtu, 27 Mei 2023 06:45 WIB
Sebelumnya
Kemudian, penguatan koordinasi melalui pertemuan secara rutin dengan Kementerian/Lembaga (K/L) dan seluruh stakeholder pergulaan nasional.
Mitigasi selanjutnya, dengan percepatan review dan penyesuaian Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) gula konsumsi.
“Dua hal yang paling mendasar adalah memastikan kesiapan dan akurasi Neraca Gula Nasional dan melakukan koordinasi dengan teman-teman stakeholder gula nasional,” ujarnya.
Baca juga : Ganjar Tiba Palembang, Selamat Datang Presiden Menggema Di Bandara
Saat ini, Bapanas sedang melakukan koordinasi dengan K/L terkait serta BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Gabungan Pengusaha Tebu Indonesia (Gapgindo), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI), Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), hingga Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (APRINDO).
Sebelumnya, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menilai, kondisi harga gula dunia yang naik akibat pasokan yang berkurang, bisa menjadi peluang untuk Indonesia.
“Ini jadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi gula nasional secara bertahap. Sehingga Indonesia bisa kembali menjadi salah satu produsen gula yang diperhitungkan,” kata Arief.
Baca juga : Andian Parlindungan Hadiri Halal Bihalal Di MRBJ Dan MRKR.
Bapanas juga mendorong pembenahan tata kelola industri gula nasional dari sisi on farm dan off farm.
Arief menegaskan, prioritas Pemerintah saat ini adalah menjaga keseimbangan harga gula nasional baik di tingkat petani, pelaku industri, pedagang maupun konsumen.
“Ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar harga komoditas pangan dipastikan stabil, sehingga petani, pedagang dan konsumen bisa mendapatkan benefit yang wajar,” tegas Arief. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya