Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gencar Gaet Investor, MRT Jakarta Buktikan Kawasan TOD Jadi Proyek Yang Menjanjikan
Jumat, 2 Juni 2023 22:28 WIB
Sebelumnya
Lalu JPM (Jembatan Penyeberangan Multiguna) (Dukuh Atas) estimasi capex sebesar Rp 100-150 miliar, Plaza Transit (Dukuh Atas) sebesar Rp 10-15 miliar, JPM (Dukuh Atas) sebesar Rp 100-150 miliar, Gedung Mixed Use (Blok M) senilai Rp 2-2,5 triliun, Gedung Hunian (Blok M) sebesar Rp 30-40 miliar, Interkoneksi (Cipete) sebesar Rp 25-30 miliar, Gedung Mixed Use (Blok A) sebesar Rp 200-250 miliar, Retail Stasiun (Fatmawati) sebesar Rp 20-25 miliar, Retail and Parkir (Fatmawati) sebesar Rp 5-10 miliar, dan Gedung Mixed Use and Parkir (Lebak Bulus) sebesar Rp 450-500 miliar.
“Tahun 2022, investasi TOD mencapai Rp 1,5 triliun dari 12 proyek hasil kolaborasi dengan developer. MRT Jakarta didukung oleh pendanaan yang kuat dari subsidi, dan pendapatan tiket dan non-tiket (non-farebox). Bahkan yang di luar pendapatan tiket ini baik sekali, banyak investor yang ingin kerja sama dengan kita. Tinggal keberanian dari MRT Jakarta untuk berusaha keras berkolaborasi dengan stakeholders, membangun kawasan yang lebih baik,” ungkap Raihan.
Ia pun menyebut, untuk beberapa proyek kawasan TOD, pihaknya sudah bekerja sama dengan investor yang mayoritas dari luar negeri. Di mana pembanguan infrastrukturnya cukup maju.
Baca juga : MRT Jakarta Siapkan Langkah Strategi Hadirkan TOD Yang Ideal
“Kebanyakan investor datang dari negara-negara G7. Saat ini mayoritas kami sedang melakukan intens diskusi, bahkan hingga ke proyek-proyek fase 2, 3 dan 4 di masa yang akan datang,” ucapnya.
Selain itu tantangan yang menjadi catatan dalam membawa investor masuk adalah, birokrasi yang cukup panjang di Indonesia. Meski begitu mengingat MRT Jakarta merupakan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang mendapat tugas berdasarkan Undang-Undang, hal tersebut masih bisa diatasi. Raihan pun optimistis hal tersebut tak mengganggu keberlanjutan pembangunan TOD ke depan.
Raihan menyebut, yang juga masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) dalam membangun kawasan TOD adalah land consolidation dalam mengatasi konsolidasi lahan warga. Diakuinya, Indonesia masih sulit menerapkan hal tersebut, lantaran mindset bahwa konsolidasi lahan artinya menggusur. Padahal MRT Jakarta ingin mengembangkan kawasan dengan meningkatkan value lahan tersebut. Untuk itu, diperlukan sosialisasi yang baik dari Pemprov kepada masyarakat.
Baca juga : Airlangga Rayu Investor Amerika Tanam Duit Di Proyek Transisi Energi
“Misalnya di kawasan Kebon Kacang, kami melakukan pendekatan kepada warga untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi fasilitas parkir motor. Ke depan akan approaching warga, di mana area rumahnya untuk menjadi ekosistem TOD. Hal ini juga yang menjadi menyebab mengapa pembangunan MRT dan TOD lama, karena isu encourage untuk orang jual diperlukan rayuan-rayuan, sampai benefit apa yang akan didapat,” curhatnya.
Tercatat hingga saat ini, MRT Jakarta telah menyelesaikan proyek TOD di beberapa kawasan meliputi, Terowongan Kendal beroperasi pada 2019, Reinstatement Sudirman-Thamrin beroperasi pada 2019, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu beroperasi September 2022, dan Plaza Transit & Simpang Temu Lebak Bulus beroperasi Desember 2022.
Kemudian proyek TOD yang sedang ongoing meliputi, Simpang Temu Dukuh Atas sedang dalam tahap konstruksi dan ditargetkan beroperasi Juli 2023, Penataan Jalan Pati-Juana tahap konstruksi ditargetkan beroperasi Juli 2023,
Baca juga : Sarat Prestasi, RIB Jagokan Muhadjir Jadi Cawapres Ganjar
Serambi Temu Dukuh Atas tahap konstruksi ditargetkan operasi Agustus 2023, dan Plaza Transit Stasiun Karet tahap perizinan dan ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2023.
Terakhir, untuk proyek yang sedang diajukan ke investor meliputi, Blok M Mixed Use (eks terminal) tahap perizinan aset, Lebak Bulus Mixed Use-Park and Ride tahap perizinan aset, Dukuh Atas Pedestrian Deck tahap market sounding, Extended Concourse Bundaran HI dan Fatmawati tahap market sounding, Interkoneksi Grange Park (Urban Forest) Cipete tahap desain, JXSport Park tahap administrasi kerja sama, dan Blok A Mixed Use tahap desain.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya