Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dukung Keselamatan Berlalu Lintas
Kemenhub Dorong Masyarakat Pindah Ke Transportasi Aktif
Jumat, 7 Juli 2023 08:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berusaha untuk terus menekan angka kecelakaan lalu lintas. Salah satunya melalui kampanye Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PKNJ).
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirulloh mengatakan, PNKJ bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas dan penggunaan transportasi aktif.
Menurut Amirulloh, transportasi aktif merupakan bagian dari transportasi berkelanjutan. Misalnya, ketika naik angkutan umum, maka kita aktif untuk membeli tiket dan jalan ke halte.
"Tapi kalau transportasi pasif yaitu seperti kita naik kendaraan pribadi, kita hanya duduk. Di negara-negara maju sudah mengarah ke penggunaan transportasi aktif," ujar Amirulloh di Jakarta, Jumat (7/7).
Amirulloh menjelaskan, PNKJ juga merupakan tindak lanjut dari seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang berfokus untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, dimana setiap 1 jam sebanyak 3-4 orang meninggal dunia karena kecelakaan.
Baca juga : Ridwan Kamil Dorong Masyarakat Manfaatkan Subsidi Kendaraan Listrik
Ia menilai, program PNKJ di dunia yang telah memasuki tahun ke-16 ini menjadi isu global, dimana setiap negara dianjurkan untuk melaksanakan PNKJ disesuaikan dengan dinamika kondisi sosial budaya negara masing-masing.
"Melalui hashtag #RethinkMobility yang diusung secara global, diharapkan dapat menggugah publik agar berpikir ulang dalam bermobilitas secara selamat dan aman, sekaligus melestarikan lingkungan. Salah satunya yaitu melalui penggunaan transportasi aktif," tutur Amirulloh.
Selain mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi aktif, kata Amirulloh, dianjurkan pula kepada pembuat kebijakan di setiap negara untuk menciptakan jalan berkecepatan rendah di kota-kota di seluruh dunia dengan batas kecepatan 30 km/jam, seperti di daerah hunian, area perkantoran, dan tempat bermain.
Lebih lanjut, Amirulloh mengatakan, program ini melibatkan sejumlah stakeholder yang masuk dalam lima pilar aksi keselamatan jalan yaitu, manajemen keselamatan jalan (Bappenas), jalan yang berkeselamatan (Kementerian PUPR), kendaraan yang berkeselamatan (Kemenhub), perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan (Polri), dan penanganan pra dan pasca kecelakaan (Kemenkes).
Seluruh stakeholder berupaya untuk mewujudkan penurunan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas hingga 80 persen, terutama bagi pengguna jalan berusia 15-24 tahun.
Baca juga : Ganjar: Kepala Desa, Perangkat Desa Dan Masyarakat Harus Kompak!
Hal ini juga sebagai tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Keselamatan Jalan (RUNK), untuk menurunkan fatalitas sebesar 65 persen indeks fatalitas per 100 ribu penduduk dan 85 persen indeks fatalitas per 10 ribu kendaraan pada tahun 2040.
"Selain dilaksanakan secara nasional, PNKJ juga dilaksanakan di berbagai daerah melalui sebanyak 25 Balai Pengelola Transportasi Darat yang tersebar di berbagai daerah agar gaungnya dapat lebih besar lagi," ucapnya.
Kasubdit Promosi dan Kemitraan Direktorat Sarana Transportasi Jalan Iwan Budiono mengungkapkan, berdasarkan data Korlantas Polri tahun 2022 angka kecelakaan mencapai 131.500 kasus yang berujung pada 26.100 korban jiwa.
Dari 131.500 kasus kecelakaan paling banyak terjadi pada kendaraan roda dua alias motor. Jumlahnya 74,35 persen dari total kasus kecelakaan yang terjadi.
"Untuk itu, kami mengimbau agar memperbanyak jalan kaki, penggunaan sepeda, dan beralih ke transportasi umum. Bukan cuma lebih aman tapi juga ramah lingkungan," jelas Budiono.
Baca juga : Masuk Musim Kemarau, Pemprov DKI Minta Masyarakat Waspada Penurunan Kualitas Udara
Untuk diketahui, Kick Off PNKJ akan digelar pada Sabtu (8/7) ini di Silang Monas, Jakarta.
Dalam Kick Off tersebut, terdapat sejumlah kegiatan diantaranya yaitu, bersepeda bersama bertajuk 'Cycling Anywhere to Safe the Earth', eksibisi, dan sejumlah kegiatan edukasi terkait keselamatan.
Selain itu, Kick Off PNKJ juga dimanfaatkan untuk melepas salah satu pegiat lingkungan Royke Lumowa yang akan melakukan tur keliling dunia ke 47 negara dengan menggunakan sepeda.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya