Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Di era Presiden Soeharto, Indonesia bisa melakukan swasembada pangan. Pada medio 1984, Indonesia bahkan mampu memberikan bantuan secara gotong-royong dan sukarela sebesar 100.000 ton gabah untuk petani miskin dunia.
Ekonom senior, Rizal Ramli, mengakui hal ini. Kata dia, saat itu, Indonesia berjaya dalam produksi beras. Bahkan bisa mengekspor beras ke Vietnam yang saat itu tengah kesulitan beras. Indonesia juga membantu Afrika yang tengah dilanda kesulitan pangan.
Baca juga : Bersih-bersih Pantai, Menhub: Semoga Bisa Kurangi Sampah Plastik
Rizal menyatakan, kesuksesan itu bisa diulangi Presiden Jokowi. "Syaratnya, Presiden Jokowi harus mampu menjaga stabilitas harga dengan meminta Bulog berperan aktif melalui stok yang ada dan membatalkan impor beras," ujarnya.
Di sisi lain, Rizal melihat, Menteri Pertanian sudah membuat perencanaan lahan sawah baru di tiga kawasan yang memiliki karakteristik serupa. Yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Papua. Menurutnya, ini langkah yang baik untuk menuju swasembada. "Kawasan itu mirip dengan delta Sungai Mekong di Vietnam yang sangat subur," ungkapnya.
Baca juga : Abang Pangeran MBS Didaulat Jadi Menteri Energi Saudi
Dengan lahan sawah baru sekitar 1-2 juta hektar, dia optimis Indonesia tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri. Namun juga bisa melakukan ekspor ke negara lain. [KW]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya