Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perluas Kerja Sama Dengan KLHK
OJK Kebut Persiapan Perdagangan Karbon
Kamis, 20 Juli 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Di kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menyambut baik kerja sama tersebut.
“Dalam pelaksanaannya, tentu tantangannya sangat besar. Tapi kami sambut kerja berat ini dengan segala tantangannya,” ucap Siti.
Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menjelaskan, perdagangan karbon merupakan salah satu instrumen yang digunakan Pemerintah untuk mengurangi karbondioksida. Dengan cara ini pula, bisa mendukung target Net Zero Emission (NZE) tercapai di tahun 2060.
Baca juga : Mak Ganjar Akselerasi Kemandirian Kaum Ibu Lewat Pelatihan Pembuatan Pizza
Untuk itu, menurutnya, Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus siap menghadirkan regulasi untuk mengatur perdagangan karbon.
“Misalnya, aturan untuk mengaudit besaran kapasitas karbon yang bisa diperjualbelikan oleh suatu perusahaan. Serta aturan soal tarif dari perdagangan karbon,” ujar Fahmy saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Sebab, lanjut Fahmy, hal ini penting bagi industri atau perusahaan yang mampu mengurangi emisi karbonnya. Mereka bakal mendapatkan nilai ekonomi, seperti keringanan pajak dan memperoleh green financing, dengan bunga rendah.
Baca juga : FTUI Meriahkan HUT Ke-59 Dengan Penyerahan Penghargaan Kepada Insan Berprestasi
“Instrumen perdagangan karbon ini juga terkait dengan green financing dan tax carbon-nya. Belum lagi, dilihat dari nilai ekonominya juga menjanjikan,” katanya.
Alhasil, sejumlah perusahaan di Tanah Air sudah mulai uji coba melakukan perdagangan karbon, kendati payung hukumnya yang mengatur mekanisme jual belinya belum ada.
“Semoga regulasi yang dibutuhkan benar-benar siap saat implementasi pada September nanti,” harap Fahmy.
Baca juga : Teken MoU, KLHK Dan OJK Mantapkan Penyiapan Bursa Karbon
Sebelumnya, Subholding Gas PT Pertamina (Persero), yaitu PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk dan PT Pertamina Power Indonesia, selaku Subholding Power & Renewable Energy (Pertamina NRE), juga telah menjajaki potensi kerja sama pengembangan bisnis energi rendah karbon dan terbarukan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya