Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Ekonomi Indonesia Stabil, Lippo Group Genjot Pasar Properti

Minggu, 23 Juli 2023 15:54 WIB
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady/Ist
Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Stabilitas kondisi makro ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19, diyakini memicu pertumbuhan pasar properti di dalam negeri.  

Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady  optimistis kondisi makro ekonomi Indonesia stabil dan terjaga likuiditasnya di tengah perekonomian global yang masih tidak menentu, bahkan dibayangi resesi.

Situasi menggembirakan ini tecermin pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI). 

Pada Triwulan I-2023 tercatat NPI surplus 6,5 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan 4,7 miliar dolar AS pada Triwulan IV-2022.

“Saya optimistis sektor properti akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan sebelum era pandemi. Apalagi rumah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Lippo Group melalui anak usahanya, Lippo Karawaci (LPKR) terus berkontribusi meningkatkan pertumbuhan pasar properti di Indonesia,” kata John melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (23/7).

John mengatakan, selain stabilitas NPI, pemulihan pasar properti di dalam negeri juga tercermin dari hasil survei perbankan BI yang mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan II-2023 meningkat.

Baca juga : Kajol Indonesia Terus Tambah Posko Pemenangan Ganjar Presiden 2024 di Jakarta

 Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 94 persen. 

BI mencatat pertumbuhan kredit baru tersebut terjadi pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit investasi yang sedikit lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya.

“Sejak Januari 2023 pasar properti kita mulai bergeliat. Saya optimistis pertumbuhan akan lebih tinggi hingga akhir 2023. Apalagi situasi kondusif ini ditopang tren pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen,” jelas dia.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), John mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I - 2023 tercatat  5,03 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,01 persen (yoy). 

Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2023 akan tetap kuat pada batas atas kisaran 4,5-5,3 persen, didorong perbaikan permintaan domestik dan tetap positifnya kinerja ekspor. 

Selain itu, inflasi terkendali sehingga mendorong BI mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 5,75 persen.

Baca juga : Indonesia Harus Lebih Gencar Bertransformasi Digital

“Terus terang, keputusan BI mempertahankan suku bunga 5,7 persen menjadi kabar baik bagi pelaku usaha sektor properti. Kami mengapresiasi keputusan BI memperpanjang pelonggaran rasio Loan To Value (LTV),” jelas John.

Dia mengatakan, secara faktual pasar properti di Indonesia sangat menjanjikan. Angka backlog perumahan mencapai 12,71 juta. Upaya untuk mengatasi backlog diperlukan program 1,5 juta rumah per tahun agar dapat memenuhi kekurangan kebutuhan rumah.

“Harus ada solusi untuk mengatasi kesenjangan ini. Saya pikir diperlukan  program 1,5 juta rumah per tahun, sehingga backlog perumahan di Indonesia akan rampung pada tahun 2045,” saran John.

Awal tahun 2023, salah satu anak usaha Lippo Group, yaitu Lippo Karawaci (LPKR) berhasil  memanfaatkan momentum pertumbuhan sektor properti pada Kuartal I-2023, yang tecermin pada kinerja keuangan LPKR, yang  mencetak laba bersih senilai Rp 1,138 triliun. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Maret 2023, LPKR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,81 triliun atau naik 14,36 persen dibandingkan Rp 3,33 triliun pada periode yang sama tahun 2022. 

Disebutkan, salah satu faktor pendongkrak  kinerja perseroan adalah penjualan rumah tapak, unit Cendana Parc North dan unit Cendana Icon Premier pada Triwulan I-2023.

Baca juga : Prawiro Indonesia Atur Strategi Menangkan Prabowo

Pada bagian lain, John secara eksplisit mengungkapkan tekad Lippo Group  membangun infrastruktur kesehatan di Tanah Air melalui Siloam Hospitals Group (Siloam).

Tentunya dengan 41 rumah sakit di 23 kota seluruh Indonesia yang merupakan jaringan rumah sakit swasta terbesar di Tanah Air, didukung tim medis terdiri atas 2.700 dokter umum dan dokter spesialis, 10.000 orang perawat, dan staf pendukung yang melayani sedikitnya 2 juta pasien setiap tahunnya.

“Ini bagian dari inovasi dan langkah strategis Lippo Group berkontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional,” pungkas John.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.