Dark/Light Mode

Dipanggil Kemenkop, TikTok Respons Ketidakhadiran Perwakilan Eksekutif Di Indonesia

Rabu, 26 Juli 2023 16:54 WIB
Head Corporate Communication TikTok Anggini Setiawan tengah dalam pertemuan yang digelar di kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Rabu 26/7. (Foto : Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka)
Head Corporate Communication TikTok Anggini Setiawan tengah dalam pertemuan yang digelar di kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Rabu 26/7. (Foto : Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
“Sayangnya gayung belum bersambut mudah-mudahan ke depannya ada lagi kesempatan bila ada hal-hal yang dapat kami sampaikan ke media dengan senang hati akan kami lakukan,” tuturnya.

Di satu sisi, Anggini mengaku, Project S tidak ada di Indonesia. “Kami percaya TikTok melakukan pendekatan berupa market driven. Maka, apa yang berhasil di Indonesia belum tentu berhasil di Inggris, begitu pula sebaliknya. Kami tegaskan dan pastikan bahwa tidak ada inisiatif crossborder kami di Indonesia,” ujarnya.

Hingga kini, Anggini mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian, dengan mengedepankan semangat merah putih. “Kami pastikan sejak awal kami buka di Indonesia bisnis crossborder tidak ada,” tegasnya.

Begitu juga dengan adanya tudingan permainan algoritma yang dilakukan oleh pihak TikTok, sehingga para pengguna TikTok dan para pelaku UMKM mengeluhkan karena sering melihat produk-produk asing (China) di-timeline ketimbang produk UMKM, Anggini juga membantah.

Baca juga : Bank Mandiri Puncaki Pasar Sindikasi Indonesia

Anggini menekankan, sejak awal peluncuran TikTok Shop di Indonesia, TikTok memutuskan untuk tidak membuka bisnis lintas batas di Indonesia. Hal ini katanya, merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung usaha UMKM lokal Indonesia.

Sejalan dengan misi Pemerintah Indonesia untuk memberdayakan UMKM lokal, TikTok menegaskan bahwa 100 persen penjual di TikTok Shop memiliki entitas bisnis lokal yang terdaftar atau adalah pengusaha mikro lokal dengan verifikasi KTP/paspor.

Anggini mengatakan, pihaknya telah memberi keterangan kepada Kemenkop UKM dan ingin meluruskan misinformasi yang beredar di media dan publik.

"Tidak benar bahwa kami akan meluncurkan inisiatif lintas batas di Indonesia. Kami tidak berniat untuk menciptakan produk e-commerce sendiri atau menjadi wholesaler yang akan berkompetisi dengan para penjual Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga : CIMB Niaga Aktif Kembangkan 50 Pelaku UMKM Di Indonesia Timur

Ia menjelaskan, inisiatif e-commerce TikTok disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasar, apa yang berhasil di pasar lain belum tentu berhasil di Indonesia.

Anggini mengatakan, TikTok meyakini model TikTok Shop yang telah disesuaikan dengan pasar Indonesia dapat memberdayakan dan membawa manfaat bagi para penjual lokal.

“Sebagai sebuah perusahaan, kami senantiasa menghormati hukum dan peraturan yang berlaku dan telah memperoleh izin operasi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag),” ujarnya.

Sebelumnya, terkait Project S, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengaku geram dengan model penjualan langsung produk China oleh TikTok.

Baca juga : Meriah! Ribuan Warga Hingga Kesenian Reog Sambut Kehadiran Ganjar Di Ngawi

Teten bilang, fenomena serupa sudah lebih dahulu terjadi di Inggris yang mana 67 persen algoritma TikTok mengubah dan memengaruhi pengguna untuk membeli produk China.

"Konsumen yang tadinya tidak mau belanja jadi belanja. Diarahkan ke produk yang mereka bawa dari China dan sangat murah sekali. Ini yang harus kita antisipasi," ujar Teten, Rabu (11/7).

Ia menyebut, TikTok tak sekadar media sosial, namun juga menjadi e-commerce dan retail online. Hal ini akan memukul sektor UMKM dalam negeri yang kian tergerus dengan serbuan produk China.

"Meski UMKM kita sudah 21 juta yang terhubung ke ekosistem digital, tapi yang dijual di online mayoritas produk dari China," kata Teten. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.