Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Jangan Berpikir Koperasi Identik dengan Pelanggaran

Senin, 7 Agustus 2023 22:39 WIB
Ketua Umum Generasi Peduli Koperasi Indonesia Iqbal Alan Abdullah (Foto: IstimewaI
Ketua Umum Generasi Peduli Koperasi Indonesia Iqbal Alan Abdullah (Foto: IstimewaI

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Generasi Peduli Koperasi Indonesia Iqbal Alan Abdullah meminta semua pihak tidak mendiskriminasikan koperasi dengan memberikan label negatif, antara lain dengan menyebut koperasi identik dengan pelanggaran, kecurangan, kuno atau jadul, bermasalah, dan lainnya.

"Tidak adil kalau sedikit-sedikit disebut koperasi itu disebut identik dengan pelanggaran, kecurangan, penggelapan, dan hal-hal negatif lainnya. Yang namanya kecurangan itu ada di mana-mana, entah itu di perusahaan seperti perseroan dan firma, atau BUMN dan BUMD, semua berpotensi ada pelanggaran. Begitu juga potensi pelanggaran ada di perbankan, atau lembaga keuangan lainnya," kata Iqbal.

Menurut Iqbal, cara berpikir yang mengasosiasikan koperasi seperti itu akan terus menggiring opini koperasi ke dalam citra atau framing yang tidak baik. Hal ini dapat membuat koperasi di Indonesia lumpuh.  

Baca juga : Korsel Diterpa Gelombang Panas, Begini Kondisi Kontingen Pramuka Indonesia

"Kadang kalau saya baca komentar pejabat kok malah ikut menjerumuskan koperasi. Padahal koperasi setengah mati membangkitkan optimisme berkoperasi di Indonesia, namun pada saat yang sama mereka terus dijelek-jelekkan. Seharusnya kita sama-sama memberikan dukungan bagi terbentuknya ekosistem yang baik bagi pertumbuhan koperasi," sambung Iqbal.

Iqbal secara khusus mengapresiasi yang disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-76, di Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (23/7). Saat itu, Agus Gumiwang menyebut bahwa koperasi menjadi pilar ekonomi di era digital sehingga perlu segera melakukan transformasi digital.

Agus ingin melihat ke depan tercipta banyak koperasi yang berkategori sebagai entitas usaha besar. Sebab, di beberapa negara dunia, keberhasilan ekonomi mereka ditentukan juga keberhasilan dalam membangun koperasi. Agus melihat bahwa koperasi ini tidak hanya sebagai pilar ekonomi, tetapi juga pilar bangsa.

Baca juga : Polbangtan Kementan Cetak Generasi Muda Petani Andal

Karena itu, menurut Agus, tantangan ke depannya adalah menyosialisasikan dan mengedukasi kepada masyarakat terkait pentingnya dan manfaat dari koperasi itu sendiri, secara terarah dan berkelanjutan.

Presiden Jokowi, pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 tahun 2018, berharap koperasi Indonesia masuk 100 besar koperasi global. Presiden memberikan contoh koperasi Fonterra di Selandia Baru, yang memiliki skala ekonomi besar. Bahkan menjadi sebuah wadah untuk inovasi dan penggerak inovasi, menjadi tempat para anggota belajar bersama mengenai marketing, kemasan, variasi produk dan lainnya.
 
Menanggapi hal itu, Iqbal menyatakan, yang disampaikan Jokowi dan Agus Gumiwang merupakan hal positif yang harusnya dicontoh pejabat lain terkait koperasi. Menurutnya, yang dibutuhkan koperasi di Indonesia saat ini adalah membangun optimisme.

"Kita butuh tokoh yang benar-benar memahami koperasi ini dan membangun optimisme bersama-sama. Kita harus mendorong koperasi-koperasi modern yang besar dan sehat sebagaimana di negara-negara lain. Jangan dikecilkan terus atau sedikit-sedikit dilabeli dengan kata pelanggaran atau kata negatif lainnya," ucap Iqbal.

Baca juga : Semangat Kolaborasi Wujudkan Pemecahan Rekor Dunia Pergelaran Angklung

Dia juga mengajak semua kalangan koperasi, maupun para pejabat di pusat dan daerah, untuk bersama-sama menbangun citra yang baik mengenai koperasi sehingga keinginan dan kepercayaan masyarakat untuk berkoperasi meningkat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.