Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Food Estate Program Jangka Panjang, Tak Bisa Instan

Rabu, 27 September 2023 21:54 WIB
Pengamat pertanian Irma Suryani Chaniago (Foto: Istimewa)
Pengamat pertanian Irma Suryani Chaniago (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program food estate sedang banyak disorot. Utamanya karena saat ini Indonesia sedang mengalami kekurangan pasokan beras akibat el nino. Kritik terbaru datang dari kandidat Cawapres Koalisi Perubahan, Muhaimin Iskandar, yang menyebut program food estate gagal.

Menyikapi hal ini, pengamat pertanian Irma Suryani Chaniago angkat bicara. Dia menerangkan, untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia ke depan, tidak bisa instan.

Irma menyatakan, food estate adalah program jangka panjang pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. "Tentu tidak bisa diharapkan hasilnya instan," ucapnya, Rabu (27/9).

Baca juga : Satgas Polusi Udara Jakarta Sidak Perusahaan Pakan Ternak di Jaktim

Dia menerangkan, tanah yang dijadikan food estate harus diolah terlebih dahulu agar PH-nya sesuai dengan tanaman yang akan ditanam. Kemudian mempersiapkan irigasi dan alat mesin pertanian (alsintan) yang modern.

"Saya berpendapat, tidak bisa dikatakan program ini gagal, hanya karena saat ini produksi beras turun yang kemudian berakibat harga beras naik," imbuhnya.

Dalam data yang dimilik Irma, kekeringan akibat el nino menyebabkan petani tidak bisa tanam. Kondisi ini tentu mengakibatkan produksi dalam negeri turun, dan akibatnya harga beras naik.

Baca juga : PSI Jawa Barat:  Kaesang Layak Pimpin PSI

"Sementara food estate masih berproses. Cetak sawah baru kan harus di-support dengan irigasi. Selain itu, food estate juga bukan melulu sawah untuk padi, tetapi juga untuk bawang (palawija)," terangnya.

Irma melanjutkan, jika ingin ke depan food estate menghasilkan padi dan palawija sesuai target jangka panjang, maka yang harus dilakukan Pemerintah adalah membuat irigasi yang modern. Sebab, problem utama pertanian saat ini adalah irigasi dan pupuk.

Dia menambahkan, Kementerian Pertanian di bawah komandan Syahrul Yasin Limpo sudah bekerja sangat keras untuk meningkatkan produksi. Hal itu terbukti dari banyaknya penghargaan diterima Syahrul.

Baca juga : Partai Garuda: Prabowo Apa Adanya, Tak Bisa Akting

"Bayangkan, di masa pendemi, Kementan salah satu sektor yang mampu tumbuh. Jangan juga prestasi itu dinafikan. Karena pertanian kita masih bergantung pada kondisi cuaca alam," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.