Dark/Light Mode

Teten Targetkan MoU LPDB-KUMKM Dan GDA Dongkrak Produksi Susu Segar Di Indonesia

Senin, 9 Oktober 2023 20:55 WIB
Penandatangan kerja sama LPDB KUMKM dengan Global Dairi Alami (GDA) dalam rangka Sinergisitas Pengembangan Ekosistem Sapi Perah Berbasis Koperasi, di Subang, Senin (9/10). (Foto: Dok. Kemrnkop UKM)
Penandatangan kerja sama LPDB KUMKM dengan Global Dairi Alami (GDA) dalam rangka Sinergisitas Pengembangan Ekosistem Sapi Perah Berbasis Koperasi, di Subang, Senin (9/10). (Foto: Dok. Kemrnkop UKM)

 Sebelumnya 
Pertama, petani bisa mensuplai kebutuhan pakan sekitar 50 persen sapi dari silase jagung. Kedua, dengan kerja sama penyediaan bibit sapi unggul GDA kepada peternak.

"Rata-rata produksi sapi perah hanya mencapai 15 liter sampai 16 liter. Namun kebutuhan susu nasional yang mencapai 4,4 juta ton. Kalau tidak tercukupi bagaimana mungkin peternak dan petani bisa sejahtera," ujar Teten.

Sektor industri susu di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Meskipun Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi susu sapi perah, namun kenyataannya Indonesia masih mengimpor sejumlah besar produk susu untuk memenuhi kebutuhan domestik.  

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2022, produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) mencapai 968.980 ton atau sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional yang mencapai 4,4 juta ton.

Walau ada kenaikan per tahun, Indonesia belum bisa mengejar angka kebutuhan susu segar dalam negeri. Sisanya masih dipenuhi oleh impor.  

"Permasalahan itu, terjadi akibat sedikitnya jumlah sapi perah dan rendahnya produktivitas sapi perah itu sendiri," ujar Teten.

Menurutnya, tidak mengherankan ini akibat dari sapi yang produktivitasnya kecil itu mayoritas dikelola oleh peternak kecil dengan pengelolaan sapi yang masih tradisional.

Lebih lanjut Teten mengatakan, dalam memperkuat produksi susu di Tanah Air, memiliki tantangan yang tak mudah. Mulai dari akses bibit unggulnya hingga suplai makan (pakan ternak) yang baik, dengan melakukan kemitraan dengan petani.

Baca juga : DHL Express Umumkan Kenaikan Harga Di Indonesia

Contohnya di Subang, ada sekitar 6 ribu hektare (ha) lahan milik dimanfaatkan petani untuk ditanam jagung dalam rangka pengembangan kemitraan pangan ternak dalm meningkatkan produksi susu.

"Sehingga betul-betul industri susu meningkat. Karena saat ini, lifestyle-nya kebutuhan susu segar terus meningkat, bukan lagi susu bubuk impor," tegas Teten.

Diharapkan dengan program kemitraan yang inklusif ini dapat memberikan peningkatan meningkatkan pendapatan peternak, memastikan pasokan susu yang stabil, dan mendorong inovasi dalam produksi susu.  

Menurutnya, dalam menghadapi semua tantangan tersebut, kerja sama antara Pemerintah, industri susu, dan para peternak adalah kunci kesuksesan.

"Kami terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak, mengatasi permasalahan sektor susu dan mencapai target kemandirian susu di Indonesia," ungkap Teten.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, MoU dengan GDA memberikan modal kerja kepada para petani dengan size yang berbeda-beda.

"Dengan GDA, kami kerja sama dengan koperasi di sini dengan pembiayaan sekitar Rp 5 miliar. Ditargetkan pada Desember 2023, kebutuhan untuk silase hijauan di GDA bisa disuplai sebanyak 50 persen oleh koperasi," ujarnya.

Jumlah tersebut  terus meningkat dari kerja sama pertama kali yang hanya mampu mensuplai sekitar 30 persen.

Baca juga : Menkop Teten Tekankan Akses Teknologi Yang Merata Dongkrak UMKM Go Digital

"Desember juga akan ada pembiayaan yang kedua. Kami memang terus perluas kerja sama ini, karena ada keuntungan untuk koperasi dan petaninya," ujar Supomo.

Selain itu, ada perkembangan impor sapi peternak sapi disiapkan untuk beli memang tidak gratis. Kemudian akan dibiayai benih-benih dari GDA Potensi Peternak Sapi & Pakan Dubang.

CEO PT Global Dairi Alami (GDA) Ihsan Mulia Putri mengatakan, pihaknya memperkuat kerja sama permodalan bagi mitra usahanya dengan LPDB-KUMKM dimulai dengan dilakukannya MoU terkait impor sapi perah 200 Heads bagi Koperasi Peternak Mitra. Kemudian Kredit Usaha Tebon Jagung bagi Koperasi Tani Mitra.

“Adanya kerja sama ini, GDA ikut serta membantu Pemerintah dalam meningkatkan produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN)," ujar Ihsan.

Ia berharap GDA sebagai pemain susu nasional, bersama dengan Pemerintah bisa mewujudkan tujuan tersebut.

GDA merupakan produsen MilkLife, yang memiliki peternakan modern terpadu dengan pabrik pengolahan susu dalam satu area seluas 50 ha. Kapasitas pabrik pun mampu menampung hingga 6.000 ekor sapi.

"Sapi impor sebanyak 1.300 ekor pertama kali pada Mei 2019. Tahun ini sebanyak 500 ekor sapi sudah masuk ke pabrik , dan tambahan pada Desember sebanyak 1.000 ekor sapi," rincinya.

Tahun ini, GDA menargetkan untuk memproduksi susu sebanyak 30 liter. Namun sekitar 15 liter masih memiliki kekurangan karena minimnya pakan yang berkualitas.

Baca juga : Jatis Mobile Gandeng Tencent Tingkatkan Layanan Cloud Di Indonesia

"Sehingga dalam memenuhi target 30 liter (produksi susu) ini, kami menggandeng koperasi petani," jelas Ihsan.

Di tahun 2023, GDA telah menggandeng sebanyak 682 peternak susu segar dari 3.500 sapi perah dan 35 desa di Subang dan sekitarnya.

Untuk hijauan, GDA menggandeng 580 petani, 240 ha lahan dan 30 desa. Pabrik GDA ini, terdiri dari Peternakan Sapi Perah, Pabrik Pemrosesan Susu, Pengolahan Pakan Ternak, dan Pabrik Biogas.

GDA bekerja sama dengan perusahaan kelas dunia berteknologi modern dalam produksi susunya. Sapi yang dipelihara merupakan salah satu sapi perah terbaik di dunia, yaitu Frisian Holstein dari Australia. GDA juga mengadopsi teknologi terbarukan dan ramah lingkungan.

"Kami memanfaatkan kotoran sapi menjadi biogas dan menyalurkan energinya guna menunjang proses produksi," terang Ihsan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.