Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Aspadin Sesalkan Kampanye Negatif Terhadap Kemasan Galon Polikarbonat

Sabtu, 14 Oktober 2023 13:29 WIB
Galon guna ulang Polikarbonat. (Foto: Wahyu/RM)
Galon guna ulang Polikarbonat. (Foto: Wahyu/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Air Kemasan Indonesia (Aspadin), sebagai wadah industri air minum dalam kemasan (AMDK), mengeluhkan semakin gencarnya kampanye negatif terhadap produk air kemasan polikarbonat (PC). Aspadin juga menyesalkan pembiaran kampanye tersebut.

“Kampanye negatif terhadap air kemasan galon polikarbonat, yang dimulai sejak tiga tahun lalu, semakin masif. Pembiaran tampak juga dalam klaim menggunakan BPA Free yang melanggar aturan, karena sejatinya kemasan PET (Polietilena Tereftalat) yang diiklankan memang tidak mengandung BPA,” kata anggota DPP Aspadin Firman Sukirman, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (14/10).

Baca juga : ASPADIN Pastikan, Produk Air Kemasan Galon Polikarbonat Aman

Menurutnya, setiap jenis kemasan pangan seperti kemasan galon sekali pakai (GSP) yang terbuat dari PET maupun kemasan galon guna ulang (GGU) yang terbuat dari PC mengandung zat kimia, yang bila berdiri sendiri memiliki potensi bahaya. Seperti kemasan PET mengandung Etilen Glikol (EG), Dietilen Glikol (DEG), Asetaldehid dan Antimon dan kemasan PC mengandung yang Bisphenol-A (BPA).

Faktanya, lanjut dia, belum pernah ada kasus kesehatan apalagi kematian akibat paparan BPA dari mengkonsumsi air kemasan galon PC. Justru kasus kematian akibat terpapar EG dan DEG sudah banyak.

Baca juga : LG Kenalkan Koleksi Inovatif Bagi Kegiatan Bisnis dan Pembelajaran

Dia menerangkan, Pemerintah telah menjamin keamanan semua kemasan pangan yang tercermin dalam aturan batas migrasi atau luruhan maksimum sebagaimana diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 20/2019 tentang Kemasan Pangan. Di sana ditetapkan untuk kemasan GGU total nilai batas migrasi maksimum BPA adalah 0,6 bpj, sedangkan untuk GSP total nilai batas migrasi maksimum EG dan DEG 30 bpj, Asetaldehid batas migrasi maksimum 6 bpj.

Saat ini, terang Firman, industri AMDK mayoritas menggunakan kemasan galon PC, yakni sebesar 96,4 persen. Sedangkan galon PET hanya 3,4 persen.

Baca juga : Dosen IPB Ingatkan Faktor Keamanan Dalam Pemilihan Kemasan Pangan

Kemasan galon PC digunakan sejak 1983 di Indonesia, yang mulanya diimpor dari Amerika Serikat. Sedangkan galon pakai ulang PET baru ada di Indonesia sekitar 2014, dan kemasan galon sekali pakai PET pada awal 2020.

Firman menjelaskan, Aspadin berdiri di atas semua jenis kemasan sesuai peraturan. Semua wajib mematuhi aturan. Baik galon PC maupun PET, yang telah memiliki izin edar maka aman untuk dikonsumsi. Tidak boleh ada jenis kemasan yang didiskriminasikan tanpa dasar peraturan ataupun pun bukti kasus nyata atau ilmiah. “Jadi, sekali lagi bahwa semua kemasan wajib sesuai peraturan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.