Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Keren! AP II Masuk Dalam 20 Operator Bandara Paling Inovatif di Industri Penerbangan
Sabtu, 14 Oktober 2023 20:54 WIB
Sebelumnya
"Transformasi digital di bandara AP II termasuk Bandara Soekarno-Hatta terus dijalankan sejak 2016, dan kini layanan-layanan digital sudah dapat dirasakan manfaatnya, serta mendapat pengakuan," kata Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya, Sabtu (14/10).
Ia menjelaskan, transformasi digital AP II menerapkan konsep smart airport dalam pelayanan dan operasional bandara.
Konsep smart airport yang diterapkan AP II, kata dia, adalah bandara yang mengedepankan teknologi dalam setiap aspek, mengutamakan otomatisasi, beroperasi efisien dan mendapat hasil besar dengan hemat biaya operasional.
"Tujuan utama dari smart airport tentunya standar pelayanan dan operasional yang terus meningkat,” ujarnya.
Baca juga : Sekjen KIM Gelar Rapat Bahas Cawapres Hingga Tim Pemenangan
Muhammad Awaluddin menambahkan, smart airport melalui transformasi digital bertujuan juga meningkatkan daya saing transportasi udara nasional. Karena, transportasi udara sangat penting bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.
"AP II selaku operator 20 bandara terus mendukung agar transportasi udara dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam pertumbuhan pariwisata dan perekonomian nasional. Hal ini dapat dicapai lebih cepat melalui transformasi digital," tuturnya.
Untuk diketahui, transformasi digital yang dijalankan di Bandara Soekarno-Hatta saat ini mencakup aspek Customer Experience (CX), Digital Exploration (DX), dan Operation Excellence (OX). Pada aspek CX, Bandara Soekarno-Hatta dan bandara-bandara AP II lainnya telah menghadirkan layanan TravelinPass yang memungkinkan penumpang pesawat dapat terbang hanya dengan menunjukkan wajah.
TravelinPass bisa digunakan setelah penumpang pesawat melakukan registrasi di aplikasi Travelin.
Baca juga : Perkuat Industri Pertahanan
Dengan TravelinPass, penumpang pesawat cukup melakukan verifikasi wajah di autogate yang terdapat di TravelinLane yakni di Security Check Point (SCP) untuk ke boarding lounge dan naik pesawat. Tidak perlu mengeluarkan KTP atau boarding pass saat di SCP.
Sementara itu, di aspek DX untuk mendukung CX dan OX, AP II mempersiapkan platform artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional bandara dan penerbangan.
Platform AI yang diberi nama AeroBuddy ini mengintegrasikan seluruh data-data operasional bandara yang dimiliki AP II.
Dengan kata lain, AeroBuddy memiliki basis pengetahuan (knowledge) Big Data AP II. AeroBuddy akan melakukan analisis data tingkat lanjut (advanced data analytics) terhadap Big Data AP II, untuk kemudian memberikan masukan kepada personel AP II.
Baca juga : Relawan Ganjar Sejati Gandeng Karang Taruna Di Garut Gelar Tablig Akbar
AeroBuddy ini nantinya hadir dengan format percakapan melalui teks, di mana penggunaannya seperti halnya platform AI ChatGPT, namun memiliki pengetahuan yang lebih baik terkait bandara.
Manfaat AeroBuddy bagi AP II, personel dapat merumuskan rencana operasi hanya dalam 1 menit, serta mengetahui potensi kendala operasional. Personel cukup mengetik dan bertanya ke AeroBuddy, maka AeroBuddy akan memberikan solusi.
Ke depannya, kata Muhammad Awaluddin, AeroBuddy juga akan menjadi salah satu fitur layanan di aplikasi Travelin.
"Dengan adanya AeroBuddy di aplikasi Travelin, penumpang dapat mencari tahu berbagai hal dari A hingga Z terkait pelayanan di bandara, operasional penerbangan, komersial di bandara, hingga kapan waktu yang tepat untuk berangkat dari rumah menuju bandara, dan lain sebagainya," pungkas Muhammad Awaluddin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya