Dark/Light Mode

Erick Thohir Setujui Restrukturisasi

WIKA Bisa Cepat Pulih

Jumat, 20 Oktober 2023 07:20 WIB
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito. (ANTARA/HO-WIKA)
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito. (ANTARA/HO-WIKA)

 Sebelumnya 
Selain itu, tegas Piter, bersih-bersih BUMN ini juga perlu diiringi dengan konsistensi Pe­merintah untuk mendorong peru­sahaan negara untuk menerapkan korporatisasi sehat, dengan tetap menerapkan tata kelola perusa­haan yang baik atau Good Cor­porate Governance (GCG).

Menurutnya, strategi ini akan efektif mendorong penguatan daya saing BUMN Karya. “Tentu saja bersih-bersih ini tidak cukup dengan membawa satu dua kasus ke Kejaksaan. Tapi benar-benar didukung dengan penguatan GCG di lingkungan BUMN,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia meminta, Pe­nyertaan Modal Negara (PMN) yang akan diberikan ke WIKA dilakukan pengawasan ketat agar tidak disalahgunakan.

Baca juga : Erick Thohir: Penyeleweng Dana Pensiun BUMN Biadab, Harus Dihukum

“Apalagi pemberian PMN dilakukan tahun 2024, di tahun politik. Harus disertai audit inde­penden terhadap seluruh BUMN agar penggunaan PMN benar-benar dimanfaatkan untuk per­baikan perusahaan,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo menyebut, masalah keuangan WIKA tidak seberat PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Saat ini, WIKA menghadapi proyek rugi dan industri properti yang sedang stagnan.

“WIKA tidak seberat Waskita. PMN bagi WIKA juga sudah disetujui, sehingga diharapkan dengan itu bisa berputar lagi,” kata pria yang akrab disapa Tiko ini.

Baca juga : Garuda Indonesia Dinobatkan Sebagai Mega Company Turnaround

Mantan bos Bank Mandiri ini mengatakan, WIKA menghadapi dua permasalahan, yaitu proyek rugi dan masalah properti di PT Wijaya Karya Realty alias WIKA Realty. WIKA Realty tidak bisa jalan karena banyak properti yang stagnan, aparte­men sedang di fase yang berat.

Untuk menyelamatkan WIKA, Pemerintah telah menyetujui un­tuk menyuntikkan PMN sebesar Rp 6 triliun di tahun 2024. WIKA juga tengah melakukan penga­juan standstill atau penundaan pembayaran kewajiban pokok dan bunga kepada kreditur per­bankan dan lembaga keuangan.

Hingga akhir Juni 2023, WIKA mencatatkan utang yang diakumulasikan dari pihak ketiga mencapai Rp 5,65 triliun. Nilai itu melesat 197,93 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 1,89 triliun.

Baca juga : Pengamat: Upaya Erick Thohir Benahi JIS Sudah Sesuai Rekomendasi FIFA

Sepanjang Januari-Juni 2023, WIKA mengakumulasikan total utang atau liabilitas sebesar Rp 56,7 triliun. Jika dibandingkan dengan akhir Desember 2022, nilai itu melonjak 3,44 persen dari Rp 54,81 triliun.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 20/10/2023 dengan judul Erick Thohir Setujui Restrukturisasi, WIKA Bisa Cepat Pulih

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.