Dark/Light Mode

Ancaman Ekonomi Global

Bank Sentral Waspadai Tensi Geopolitik Dan Serangan Cyber

Selasa, 24 Oktober 2023 07:10 WIB
Tangkapan layar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung dalam peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No.41 di Jakarta, Senin (23/10/2023). (Foto: Antara)
Tangkapan layar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung dalam peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No.41 di Jakarta, Senin (23/10/2023). (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Permasalahan serangan siber ini menjadi risiko yang menjadi salah satu fokus penanganan bank sentral di semua negara, termasuk BI. Sebab, intensitas dan keberhasilan gangguannya semakin tinggi.

“Insiden-insiden siber terus meningkat baik dari sisi frekuen­sinya, tingkat kejadiannya mau­pun dari sisi kecanggihan dalam sisi serangannya,” jelasnya.

Baca juga : Ini Putusan MK Soal Batas Usia Capres Dan Larangan Nyapres Lebih Dari 2 Kali

Karena itu, Juda mengaku telah bertemu dengan berbagai deputi gubernur Bank Sentral kawasan Asia Tenggara be­berapa hari lalu di Bali.

Mereka semua mengaku, menghadapi permasalahan se­rupa, sehingga turut menyedot perhatian mereka untuk meningkatkan keamanan siber.

Baca juga : Relawan Pandawa Ganjar Latih Warga Lombok Daur Ulang Sampah Jadi Kerajinan

Mengutip laporan Akamai Tech­nologies yang berbasis di Cam­bridge, Massachusetts, Amerika Serikat berjudul The High Stakes of Innovation: Attack Trends in Financial Services, Services, Juda menyebut, industri layanan keuangan di Asia Pasifik dan Jepang (APJ) menjadi target utama serangan siber sejak tahun lalu.

Industri keuangan di wilayah itu mengalami hampir 50 persen dari semua serangan aplikasi web dan APJ selama 18 bulan terakhir dari Januari 2022 hingga Juni 2023.

Baca juga : Mentan Hadiri Konferensi Global Transformasi Peternakan Berkelanjutan

“Kemarin di Bali saya ketemu beberapa deputi gubernur di ka­wasan ASEAN. Mereka mengalami banyak sekali insiden dalam satu tahun terakhir ini, sehingga semua dalam mode penguatan cyber security ini,” ungkapnya.

Dampak dari serangan si­ber ini, menurut Juda, akan memengaruhi sentimen keper­cayaan masyarakat terhadap sistem keuangan yang telah terdigitalisasi. Dan pada gilirannya juga akan mengganggu layanan sistem keuangan yang kini tengah digandrungi karena mempermudah transaksi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.