Dark/Light Mode

1,5 Juta Ton Beras Masuk Indonesia Hingga Akhir Tahun Ini

Jangan Sampai Sudah Impor Tapi Harganya Masih Mahal

Minggu, 29 Oktober 2023 07:10 WIB
Tangkapan Layar - Direktur Eksekutif Institute for Development for Economics and Finance (Indef) Tauhid Ah­mad. (Foto: Antara)
Tangkapan Layar - Direktur Eksekutif Institute for Development for Economics and Finance (Indef) Tauhid Ah­mad. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Sebelum itu, akan ada kampa­nye dan kegiatan-kegiatan outdoor yang membutuhkan banyak logis­tik pangan. Belum lagi, banyak partai politik dan calon legislatif yang kemungkinan bakal membagi-bagikan sembako.

“Selesai Pilpres, kita memasuki bulan Ramadan pada Maret dan Idul Fitri pada April 2023. Semua ini akan diikuti kenaikan konsumsi. Kalau stok beras tidak mencukupi kebutuhan nasional, bisa dipasti­kan pada Desember 2023-Januari 2024, harga beras akan melambung tinggi,” jelasnya.

Karena itu, kata Khudori, Pemerintah harus melakukan evaluasi terus-menerus un­tuk menyesuaikan kebijakan. Volume tambahan impor juga harus dihitung cermat agar tidak kelebihan impor yang bisa merugikan petani.

Baca juga : LG Gebrak Pasar Indonesia Dengan Layar TV Hingga 86 Inci dan Prosesor Pintar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, impor beras yang dilakukan Pemerintah saat ini akan banyak dialokasikan untuk bantuan sosial (bansos). Artinya, impor beras ini menjadi solusi bagi rakyat miskin di tengah El Nino dan ketidakpastian perekonomian global.

Menurutnya, dengan ter­jadinya El Nino, harga beras di seluruh dunia meningkat, perkembangan di dalam negeri juga seperti itu. Tadinya level Rp 12.100 per kilogram, sekarang sudah Rp 14 ribu per kilogram.

“Situasi geopolitik, kondisi keuangan AS yang volatile dan perubahan iklim sangat mempengaruhi komoditas pangan seperti beras,” jelasnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Ja­karta, Rabu (25/10/2023).

Baca juga : Dubes Indonesia Untuk Kenya Meriahkan HUT RI Dengan Budaya Betawi Dan Minang

Wanita yang akrab disapa Ani itu melanjutkan, ke depannya Pemerintah akan terus melihat dan merespons kondisi harga, serta ketersediaan beras di ting­kat nasional.

Karena harga beras ada sisi supply side-nya, yaitu faktor iklim yang mempengaruhi panen, maka kita harus yakinkan pasokan beras di Indonesia memadai.

“Keputusan impor juga dalam rangka menjaga pasokan suplai di Indonesia,” sambung Ani.

Baca juga : Literasi Kita Masih Rendah

Pemerintah, lanjut dia, terus mengantisipasi lonjakan harga beras karena dikhawatirkan mem­buat daya beli masyarakat turun.

Oleh karena itu, Pemerintah membantu kelompok masyarakat yang daya belinya tergerus karena kenaikan harga beras, dengan menggelontorkan bantuan sosial beras sampai akhir tahun ini.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 29/10/2023 dengan judul 1,5 Juta Ton Beras Masuk Indonesia Hingga Akhir Tahun Ini, Jangan Sampai Sudah Impor Tapi Harganya Masih Mahal

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.