Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jokowi Rem Investasi Asing Masuk IKN
Lampu Hijau Pengusaha Lokal Bangun Nusantara
Minggu, 5 November 2023 07:10 WIB
Sebelumnya
Ketua Umum The Housing and Urban Development Institute (The HUD Institute) Zulfi Syarif Koto mengatakan, dari hasil pembahasan The HUD Institute, ada beberapa hambatan dan tantangan bagi investor. Khususnya yang ingin berinvestasi di bisnis properti yang pada tahap awal gencar dibangun di IKN.
Hambatannya, kata dia, mulai dari regulasi yang dikhawatirkan masih tumpang tindih, status tanah yang masih meragukan investor, ketersediaan penduduk/ konsumen yang masih belum pasti, hingga kepastian insentif yang akan diterima para investor.
“Ini semua bikin investor masih gamang saat mau investasi di IKN,” kata Zulfi kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (4/11/2023).
Baca juga : Jokowi Ajak Pimpinan Dunia Usaha Tinjau Persemaian Mentawir
Pemerintah, lanjut dia, juga perlu menyiapkan berbagai langkah preventif dari permasalahan sosial yang kemungkinan bisa timbul di kemudian hari, yang membuat investor wait and see untuk berinvestasi di IKN.
Kata dia, di berbagai daerah di Indonesia, pengembangan wilayah kerap menimbulkan konflik antara mayarakat asli dengan pembangunan, ataupun antara masyarakat asli dengan pendatang.
“Sebelum terjadi, Pemerintah harus lakukan antisipasi agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya,” ujar Zulfi.
Baca juga : Jokowi Ajak 3 Capres Maksibar, Pengamat: Ini Keren, Minimal Panggung Depan Akur
Sebelumnya, Jokowi mengakui, sampai saat ini minat investor asing yang ingin menanamkan modal ke IKN lebih tinggi dibandingkan minat dari pengusaha dalam negeri.
Menurut Jokowi, ada sekitar 130 investor dari Singapura yang datang melihat langsung ke IKN Nusantara.
Dari Korea Selatan juga ada, 30 dari Jepang, 30 dari Malaysia, hingga Uni Emirat Arab (UEA) juga minat investasi di IKN.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya