Dark/Light Mode

Akademisi IPB Jempolin Program Unggulan Mentan, Tanam dan Panen Padi di Lahan Rawa

Rabu, 22 November 2023 19:16 WIB
Lahan rawa yang sukses diubah jadi lahan pertanian produktif. (Foto: Ilustrasi Istimewa)
Lahan rawa yang sukses diubah jadi lahan pertanian produktif. (Foto: Ilustrasi Istimewa)

 Sebelumnya 
"Sudah banyak juga kisah sukses dari program tanam padi di lahan rawa ini. Ketika saya ikut dalam program menanam padi pada 750 hektare lahan rawa di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, tahun 2018 lalu, mayoritas sekarang sudah banyak yang panen," ujarnya.

Gandhi yang sedang berkuliah doktoral di Tokyo University of Agriculture ini optimis, kebijakan akselerasi luas tanam yang digagas Menteri Amran ini akan mampu mampu menjadi penyokong utama ketersediaan beras di dalam negeri.

Sebab potensi beras yang dihasilkan dari penanaman padi di lahan rawa ini sangat besar lantaran memiliki ketersediaan air secara di situ.

Dengan teknologi dan inovasi yang sudah tersedia saat ini, maka menanam padi di lahan rawa kini sudah sangat mudah dilakukan. Bahkan bisa ditingkatkan indeks pertanamannya (IP) menjadi IP 3, yakni tanam dan panen padi tiga kali dalam setahun.

Baca juga : Fadel: Sosialisasi Empat Pilar MPR Ingatkan Kesepakatan Para Pendiri Bangsa

Apalagi Indonesia memiliki banyak varietas unggul padi yang adaptif untuk rawa.

Tercatat, sedikitnya terdapat tiga puluh lima varietas padi unggul adaptif lahan rawa pasang surut dan rawa lebak, diantaranya inbrida padi rawa (Inpara) 2, Inpara 3, Inpara 8 dan Inpara 9, inbrida padi irigasi (Inpari) 32, Inpari 40 dan Inpari 42 Agritan, yang seluruhnya siap untuk dibudidayakan.

"Tentunya belajar dari kekeringan panjang yang terjadi dua tahun belakangan yang menyebabkan hektaran sawah puso, maka ketersediaan air tidak dapat ditawar lagi. Sebab lahan rawa ini memiliki cadangan air sekalipun musim kemarau panjang," ungkapnya.

Menariknya, sambung aktivis Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini, kualitas beras yang dihasilkan justru jauh lebih baik dari yang ditanam pada lahan biasa.

Baca juga : Program Budaya Bangkitkan Pengetahuan Kekayaan Pangan Lokal

Sebab beras yang dihasilkan melalui penanaman padi di lahan rawa mineral, kaya akan Selenium (Se) dan Besi (Se).

"Hal ini terjadi karena lahan rawa banyak mengandung endapan mineral," ujar Gandhi.

Tidak hanya itu, saluran air yang dibuat di kawasan rawa dapat berfungsi sebagai sarana transportasi bagi petani membawa input dan hasil panen.

Untuk itu, dia mendorong agar program akan dijalankan Menteri Amran di tahun 2024 ini, benar-benar dimaksimalkan. Tentunya, melalui perencanaan rawa presisi dimulai dari pengolahan data survei, investigasi dan ketentuan dalam kriteria perencanaan lahan.

Baca juga : Milad ke-65, Unisba Genjot Program Studi Unggulan dan Inovasi

Kemudia manajemen tata kelola air di rawa dengan baik dalam hal membangunan irigasi hingga penerapan mekanisasi teknologi pertanian modern.

Terkait kendala dalam pengairan, lanjutnya, dapat diatasi menjaga level air dengan sistem pompanisasi.

Begitu juga pengapuran untuk mengatasi kadar asam yang tinggi, dan beberapa intervensi biologis untuk percepatan pembusukan jerami sebagai penambah unsur hara.

"Keberhasilan adaptasi produksi pangan menyikapi El Nino dengan menanam padi di rawa yang dicanangkan Kementan patut kita dukung bersama untuk mewujudkan kembali Indonesia berswasembada beras di tahun 2025," pungkas Wakil Ketua Umum Perhimpunan pelajar Indonesia di Jepang ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.