Dark/Light Mode

Tegaskan Komitmen Dukung NZE

Program Pertamina Dipuji

Minggu, 3 Desember 2023 07:20 WIB
PT Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P. Hutajulun, Presiden Direktur Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro dan Chief Operating Officer Masdar Abdulaziz Alobaidli, usai acara talkshow COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (1/12/2023).
PT Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P. Hutajulun, Presiden Direktur Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro dan Chief Operating Officer Masdar Abdulaziz Alobaidli, usai acara talkshow COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (1/12/2023).

 Sebelumnya 
Nicke menuturkan, Indonesia merupakan negara kedelapan terbesar yang memiliki hutan, sehingga Indonesia memiliki kapasitas untuk memproduksi Biofuel (B35). Alhasil, tahun lalu pihaknya berhasil mengu­rangi sekitar 32 juta ton CO2 per tahun.

“Kami akan menambahkan lebih banyak B35 sekarang dan tahun depan B40. Bahkan, dalam kebijakan energi nasional kita yang baru, targetnya sampai B60,” jelasnya.

Baca juga : Netgrit Yakin KPU Mampu Lindungi Data Pemilih

Selain itu, pihaknya juga memiliki program Biogasoline dengan mencampurkan bioeta­nol dari tebu, jagung dan sing­kong ke bensin.

Terkait bahan bakar nabati ini, Pertamina juga baru saja meluncurkan bahan bakar jet berkelanjutan (Sustainable Ef­ficient Fuel) yang dicampur dengan CPO (Crude Palm Oil).

Baca juga : Hadiri COP28, Pertamina Tegaskan Komitmen NZE 2060

Program ini diyakininya men­jadi opsi terbaik untuk Indo­nesia. Sebab, ada tiga manfaat utamanya. Pertama, perseroan dapat mengurangi impor bahan bakar melalui biofuel.

Kedua, kami dapat mengu­rangi emisi. Dan ketiga, men­ciptakan lapangan kerja di hulu,” bebernya.

Baca juga : KTNA Kerahkan Petani Dukung Program Kementan Optimalisasi Lahan Rawa

Selanjutnya, inisiatif ketiga adalah pengimbangan karbon.

Dia mengakui, walaupun ma­sih ada bahan bakar fosil dan pembangkit listrik tenaga batu bara, tetapi Pertamina tetap harus mengurangi emisi melalui Carbon Capture, Utilization, and Storage, serta solusi berba­sis NBS (Natural Base Solution) dengan hutan yang dimiliki saat ini. Dengan kapasitas untuk menyerap emisi dari lingkungan global hingga 15 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.