Dark/Light Mode

Tarif Belum Kompetitif

Ekosistem Industri Panas Bumi Kudu Cepat Dibenahi

Rabu, 6 Desember 2023 07:20 WIB
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro. (Foto: Antara)
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
PGE membuktikan kontribusinya terhadap kemajuan industri panas bumi Tanah Air. Salah satunya dengan menginisiasi grand design pengembangan alat portabel, yang dapat menginte­grasikan sensor pengukuran dan mendigitalisasi data production testing secara real-time.

Alat yang dinamakan Geo­flowtest ini sudah diuji pada 15-21 November di salah satu sumur Area Ulubelu, Lampung.

Pada uji coba, Geoflowtest terbukti berhasil mengakui­sisi, menghitung, merekam, dan mengirimkan data uji produksi ke server secara real-time. Yang disajikan pada dashboard khusus, dan dapat diakses dari manapun melalui web-based server access.

Respons alat ini juga terbukti berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dengan sensitifnya perubahan hasil kalkulasi ketika terjadi manuver valve di kepala sumur. Sehingga nilainya lebih merepre­sentasikan kondisi real-time.

Baca juga : Inaki Pena Mulai Mendapat Tempat Di El Real

Menyoal ini, Direktur Utama PGE Julfi Hadi mengatakan, teknologi yang dikembangkan oleh perwira (pegawai) PGE ini menjadi hasil yang positif bagi kemajuan industri panas bumi di dunia, khususnya Indonesia.

“Kami optimis inovasi ini dapat terus berkembang. Dan memberikan dampak bagi indus­tri panas bumi di dunia,” ucap Julfi di Jakarta, Senin (4/12).

Penginisiasi Geoflowtest sekaligus Manager Production and Operational Excellence PGE Mohamad Husni Mubarok men­jelaskan, dalam industri panas bumi, uji produksi (production testing) menjadi suatu tahapan yang penting untuk mengkon­firmasi karakteristik, performa, serta kapasitas sumur.

“Inovasi ini menjadi bukti ke­berlanjutan komitmen pengem­bangan teknologi panas bumi oleh PGE,” katanya.

Baca juga : Jadwal Kampanye Legislatif 2024 Dan Potensi Pelanggaran Yang Perlu Caleg Tahu

Saat ini akuisisi data dari production testing sumur panas bumi dilakukan secara konven­sional. Data yang diperoleh dari beberapa sensor direkam dan dicatat secara manual, dalam durasi pengambilan data yang tidak seragam selama masa uji sumur berlangsung.

Karena itu melalui inovasi tersebut, diharapkan mampu merevolusi industri panas bumi.

“Sehingga mampu mencapai nilai akurasi dan presisi hasil production testing sumur panas bumi sesuai standar yang ada,” harapnya.

Husni berhasil merealisasikan pengembangan teknologi Geo­flowtest ini bersama tim Produc­tion & Operation Excellence (POE) dan Reservoir PGE.

Baca juga : Kemenperin: Industri Otomotif Sektor Prioritas Di Indonesia Dan Pahlawan Devisa

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 6/12/2023 dengan judul Tarif Belum Kompetitif, Ekosistem Industri Panas Bumi Kudu Cepat Dibenahi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.