Dark/Light Mode

Dorong Industri Lokal, Kemenperin Yakini IKM Berpeluang Bikin Alat Peraga Kampanye

Selasa, 12 Desember 2023 18:09 WIB
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita (kedua kanan). (Foto: Istimewa)
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita (kedua kanan). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan industri kecil dan menengah (IKM) berpeluang ikut meramaikan produksi alat peraga kampanye, mulai dari kaos hingga spanduk.

Karena itu, Kemenperin mendorong agar alat peraga kampanye yang digunakan oleh para peserta Pemilu 2024 merupakan produk yang dibuat oleh pelaku usaha lokal.

“Kami mendorong agar alat-alat kampanye seperti yang sederhana itu, seperti kaos dan jersey, itu industri dalam negeri kita. IKM kita, yang buat. Tinggal nego. Begitu juga yang cetak-cetak seperti spanduk dan sebagainya itu juga kita bisa (produksi),” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita dalam acara Startup4Industry di Gedung Pusat Industri Digital (PIDI) 4.0 di Jakarta, Selasa (12/12/2023).

Baca juga : Kementerian Kudu Gercep Realisasikan Anggarannya

Reni menyebut tidak hanya untuk memproduksi kaos sederhana untuk kampanye. Bahkan, produk-produk berteknologi tinggi pun bisa diproduksi oleh IKM lokal. Contohnya, alat kesehatan hingga alat olahraga.

“Apalagi kalau hanya sebatas jersey. Buat jersey bagus juga kita mampu dengan harga yang kompetitif," ujar Reni.

Menurutnya, beberapa waktu lalu kita ada pameran alat olahraga termasuk baju olahraga, itu semua produk dalam negeri dan IKM mampu.

Baca juga : Airlangga: Industri Harus Mampu Kurangi Kemiskinan Masyarakat Sekitarnya

Reni juga meyakinkan para pelaku IKM agar tidak mengkhawatirkan volume pesanan.

Ia menyarankan agar pelaku IKM bekerjasama dengan anggota kelompoknya untuk mengerjakan pesanan.

Selain itu, ia mengingatkan agar IKM bisa terus meningkatkan kualitas produk untuk mencegah barang ditolak (reject) dari pemesan.

Baca juga : Diaspora Indonesia Yakin Mahfud Mampu Benahi Penegakan Hukum

Menurutnya, ini adalah salah satu strategi Pemerintah untuk membangun ekosistem solusi teknologi.

Untuk itu, dia berharap agar para pelaku startup dapat lebih menonjolkan economic value dan sustainability strategy bisnis yang digeluti.

"Diharapkan pula venture capital dapat memberikan kepercayaan dan pendanaan kepada startup. Kami juga berkomitmen bahwa Startup4Industry bersama Starfindo akan terus mengawal dan memberikan pendampingan kepada startup," pungkas Reni.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.