Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Teten: Kehadiran Koperasi Multipihak Jadi Terobosan Rantai Pasok Industri
Rabu, 20 Desember 2023 20:12 WIB
Sebelumnya
Pada 2021, diterbitkan Permenkop & UKM Nomor 8 Tahun 2021 tentang Koperasi dengan Model Multi Pihak atau KMP yang mendorong fleksibilitas kelembagaan koperasi.
KMP menghadirkan terobosan di mana koperasi dapat beranggotakan berbagai pihak dalam suatu rantai pasok industri.
Dulu, koperasi pertanian atau pangan konvensional hanya beranggotakan petani dengan kewirausahaan yang tidak terbangun.
Petani memiliki keterbatasan waktu, pembiayaan, wawasan, dan keterampilan untuk mengembangkan potensi hilirisasi komoditasnya.
Melalui KMP, koperasi bisa beranggotakan beberapa pihak seperti produsen (petani), pengolah, entrepreneur, investor, dan bahkan konsumen.
“Dengan agregasi tersebut, rantai pasok industri menjadi lebih tertata, lebih efisien, bahkan dengan teknologi tertentu (seperti blockchain) aliran barang menjadi terpantau/traceable,” jelas Teten.
Baca juga : Green Sukuk, Terobosan Pembiayaan Hijau Di Indonesia
Kemenkop UKM sambungnya, juga memiliki fasilitas factory sharing yang bisa dibangun menjadi satu pabrik pengolahan pangan, yang dikerjasamakan dengan beberapa koperasi termasuk KMP.
Teten menjelaskan, sekarang sudah ada 11 factory sharing. Di beberapa wilayah seperti misalnya di Garut (Jawa Barat) sudah kami kerjasamakan dengan agregator, sehingga produk kulit yang dihasilkan tak kalah dengan produk luar negeri.
"Selain itu juga kerja sama factory sharing dengan Universitas Hasanudin Makassar untuk substitusi tepung terigu dari rumput laut,” ungkapnya.
Teten pun menyambut baik dan mendukung, atas terbentuknya Koperasi Produsen Multipihak (KMP) Pangan Warisan Lestari, Pasti Collective oleh PT Kampung Kearifan Indonesia (Javara), selaku inisiator ekosistem sekaligus lokomotif pembuka akses pasar bagi puluhan ribu petani di Indonesia.
Ia memberikan selamat kepada seluruh unsur pengurus pengawas KMP Pangan Warisan Lestari atas inisiatifnya.
“Saya berharap KMP Pasti Collective sukses, karena kami ingin menjadikannya semacam role model dalam Koperasi Multipihak selama 5 tahun ke depan,” ucapnya.
Baca juga : Generasi Milenial Jangan Terprovokasi Hoaks Dan Black Campaign
Sementara itu, Ketua KMP Pangan Warisan Lestari, Pasti Collective sekaligus Co-Founder Javara Helianti Hilman mengatakan, KMP Pasti Collective hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan Yang ada di seluruh mata rantai pasok pangan.
Dengan nama Pasti Collective yang secara kolektif atau kebersamaan membangun dan mengelola usaha lestari untuk memberikan kePASTlan akan tercapainya tujuan bersama.
“Yakni, membangun ekosistem usaha produksi produk pangan warisan Indonesia yang sehat, inklusif dan lestari dengan tujuan mensejahterakan seluruh pelaku dan perangku kepentingan terkait,” ucap Helianti.
KMP Pasti Collective, dibentuk oleh Javara sebagai ekosistem usaha yang berdiri sejak 15 tahun lalu.
Bermitra dengan ribuan petani dan artisan pangan nusantara, untuk menghidupkan lagi keragaman biodiversitas dan budaya pangan nusantara guna menjawab tantangan kesehatan global, gaya hidup sehat, adaptif terhadap perubahan lingkungan dan iklim.
“Upaya tersebut berhasil mengantarkan lebih dari 600 pangan terlupakan menembus pasar luas, termasuk pasar ekspor global produk khas Indonesia ke 5 benua yang tersebar di 35 negara,” kata Helianti.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Kampanye KKBC di Pasar Inpres
Upaya ini kata Helianti, sekaligus membangun model bisnis kolektif yang dapat menumbuhkembangkan usaha-usaha di tingkat akar rumput yang menjawab tantangan global, baik dari sisi ketahanan pangan, kesehatan, dan perubahan iklim.
KMP Pasti Collective mengusung empat jenis usaha sebagai pilar utama yaitu, Pasti Bisa, Pasti Jadi, Pasti Laku dan Pasti Untung, secara sinergis mewujudkan ekosistem usaha lokal.
Melalui empat pilar usaha tersebut, anggota ekosistem memiliki dukungan keberlanjutan untuk peningkatan kapabilitas, kapasitas, akses ke pasar dan akses ke pembiayaan.
Dalam implementasinya, KMP Pasti Collective memiliki lima kelompok anggota sebagai pihak kunci yang terlibat secara langsung di dalam tumbuh kembang ekosistem usaha. Yaitu Inisiator, Produsen, Penggerak, Penggiat dan Pakar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya