Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadapi El Nino Dan Angin Muson
Pupuk Subsidi Diharapkan Kerek Produksi Pertanian
Senin, 22 Januari 2024 07:20 WIB
Sebelumnya
Ia menilai, kedua fenomena ini akan menimbulkan curah hujan yang tidak merata di Indonesia.
“Peningkatan alokasi subsidi yang signifikan ini, diharapkan dapat menjawab masalah kelangkaan pupuk petani,” kata Revindo.
Berdasarkan Studi Sutawikara pada 2023, tanpa penambahan tersebut, maka alokasi subsidi sebelumnya hanya cukup untuk pengadaan 6,05 juta ton.
Baca juga : Ketersediaan Pupuk Subsidi ke Petani Jadi Program Prioritas Prabowo-Gibran
Sehingga tidak mampu memenuhi keubutuhan petani yang mencapai 7,86 juta ton.
Karenanya ia berharap, penambahan subsidi ini dapat dapat membantu menurunkan biaya produksi petani.
Apalagi perhitungan BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan, bahwa pupuk menyumbang 9,43 persen dari biaya produksi padi sawah.
Baca juga : Anies Hadiri Nikahan di Yogya, Ganjar Ketemu Petani Bawang
Artinya, dalam jangka menengah dan panjang, hal ini dapat mendukung keberlanjutan usaha pertanian dan ketahanan pangan.
Tak hanya itu, Hasil Survei Pertanian Terintegrasi (SITASI) dari BPS (Badan Pusat Statistik) mengungkapkan, bahwa rata-rata pendapatan bersih petani skala kecil hanya Rp 5,23 juta per tahun.
Hal ini merupakan salah satu faktor rendahnya minat masyarakat untuk menjadi petani. Termasuk rendahnya minat pemuda untuk bekerja di sektor pertanian yang tinggal kurang dari 20 persen.
Baca juga : Hadapi Musim Tanam, Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk Awal Tahun Aman
Untuk itu, alokasi dana tambahan untuk pupuk subsidi akan memberikan dampak positif langsung terhadap pendapatan petani.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya