Dark/Light Mode

Jadi Menteri KKP

Fokus Bina Nelayan, Edhy Janji Tenggelamkan Kapal Maling Ikan

Kamis, 24 Oktober 2019 08:27 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP)  Edhy Prabowo (kiri) bersama eks menteri KKP Susi Pudjiastuti saat Serah Terima Jabatan, di Kementerian KKP, Jakarta Rabu (23/10) (Foto: Putu Wahyu/RM)
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo (kiri) bersama eks menteri KKP Susi Pudjiastuti saat Serah Terima Jabatan, di Kementerian KKP, Jakarta Rabu (23/10) (Foto: Putu Wahyu/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru, Edhy Prabowo, berjanji akan melanjutkan kebijakan Susi Pudjiastuti.

Menenggelamkan kapal maling ikan di perairan Indonesia. Hal ini, menurut Eddhy, dilakukan demi menjaga kedaulatan NKRI. 

“Kalau penenggelaman untuk menjaga kedaulatan, ya harus kami lakukan,” kata Edhy usai pelantikan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, kemarin. 

Ia menerangkan, sebelum penenggelaman dilakukan, juga perlu dikonfirmasi mengenai alasan pelanggar itu melakukan penangkapan ikan ilegal. 

Berita Terkait : SBY Mengerti Hatinya Jokowi

Menurutnya, jika pemerintah telah membuat kesepakatan dan pemberitahuan mengenai perbatasan dengan negara sahabat, regulasi penenggelaman itu harus ditegakkan sebagai jalan terakhir. 

Mantan Ketua Komisi IV DPR itu juga mengatakan, ke depan kementerian yang ia pimpin akan fokus pada pengelolaan nelayan dalam negeri. 

Edhy berencana membina para nelayan agar menangkap ikan sesuai peraturan. 

“Jangan langsung dihukum. Ini yang mau kami jalankan. Jangan tiba-tiba hukum, hukum, hukum tapi solusinya apa. Mereka ini kan perlu pembinaan, tidak semua nelayan ini memahami,” ujar Edhy. 

Berita Terkait : Jokowi Membuat Terobosan Dalam Kabinet Baru

Digantikan Edhy, Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti meyakini, kalau penggantinya bisa membawa kelautan dan perikanan Indonesia semakin berdaulat. 

“Pak Edhy sudah mengenal KKP dengan semua program dan perjuangannya,” kata Susi dalam akun Twitter-nya, @Susipudjiastuti. 

Ketua Umum Aliansi Nelayan Indonesia (Anni) Riyono membeberkan beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Edhy sebagai suksesor Susi Pudjiastuti. Pertama, optimalisasi sumber daya kelauatan perikanan sebagai soko guru perekonomian nasional. 

“Kalau kita bisa memanfaatkan laut secara optimal, maka kesejahteraan nelayan dan ekonomi nasional akan terangkat. Saat ini, potensi itu baru 10 persen digarap,” papar Riyono. 

Berita Terkait : Jadi Menteri PUPR Lagi, Basuki Ajak Pegawainya Wujudkan Visi-Misi Presiden

Kedua, kesejahteraan nelayan sebagai roh utama poros maritim dunia. Selama ini nelayan seolah terputus komunikasi dengan pemerintah. 

“Banyak kebijakan yang jauh dari harapan nelayan, pelarangan alat tangkap, budi daya yang lemah, hingga izin kapal yang lama, menjadi keluhan kawan-kawan nelayan,” kata Riyono. 

Yang ketiga, Menteri KKP yang baru juga harus tetap menjaga program pemberantasan illegal fishing. Pendekatan penegakan hukum kepada kapal-kapal asing harus ditingkatkan.

“Kapal-kapal nelayan Indonesia perlu dibina dan dikuatkan armada mereka agar mampu mengoptimalkan hasil tangkapnya. Jangan sampai kalah dari kapal asing,” tutup Riyono. [NOV]