Dark/Light Mode

Luncurkan Program Integrasi Pertanian dan Balai Ternak, Baznas Dongkrak Ekonomi Masyarakat Kecil

Minggu, 27 Oktober 2019 23:53 WIB
Luncurkan Program Integrasi Pertanian dan Balai Ternak, Baznas Dongkrak Ekonomi Masyarakat Kecil

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan Program integrasi Pertanian dan Balai Ternak di Kampung Rukti Endah, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. 

Hadir dalam acara ini Anggota BAZNAS, Prof Dr H Mundzir Suparta, MA; Bupati Lampung Tengah, Hlukman Joyosumarto; Kepala Program Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik, Ajat Sudarjat dan Ketua BAZNAS Kabupaten Lampung Tengah, H Sutrisno.

Program yang diluncurkan Jumat (25/10) ini merupakan inisiatif Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) BAZNAS dan BAZNAS Kabupaten Lampung Tengah.  

Prof Mundzir Suparta mengatakan, Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah dengan potensi besar dalam sektor peternakan, pertanian dan perkebunan, warganya pun mayoritas bekerja sebagai petani sekaligus peternak.

Baca juga : Menhub Pastikan Pembangunan Infrastruktur Bermanfaat Bagi Masyarakat

“Kondisi ini tentunya memberikan peluang bagi pengembangan sektor peternakan dan pertanian serta menjadikan daerah ini memiliki peran yang strategis dalam membangun perekonomian, yang pada akhirnya diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Melalui program integrasi ini, pertanian dan peternakan dapat dipadukan sehingga keuntungan dari usaha tersebut dapat ditingkatkan dan tidak menghasilkan limbah bagi lingkungan sekitar. 

“Prinsip integrasi pertanian menganut prinsip segala sesuatu yang dihasilkan akan kembali ke alam, hal ini berarti limbah yang dihasilkan akan dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya yang dapat menghasilkan menjadi kompos, pupuk cair serta dapat diproses menjadi salah satu sumber pakan ternak,” katanya. 

Pada Program Balai Ternak Baznas yang dibangun di lokasi kesembilan ini, memadukan konsep pembibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil.  Konsep pembibitan dan penggemukan ternak yang dijalankan dengan tujuan untuk peningkatan populasi ternak dan peningkatan secara ekonomi. 

Baca juga : Segera Beroperasi, Ruas Tol Pandaan-Malang Seksi IV Bisa Dongkrak Ekonomi

Konsep pemberdayaan meliputi pendampingan yang melibatkan peternak kecil sebagai subyek agar mereka mampu memberdayakan dirinya dan keluarganya. Model yang diterapkan adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memberikan aset produktif berupa ternak domba, kambing dan sapi untuk dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Balai Ternak Baznas Kabupaten Lampung Tengah merupakan program pemberdayaan peternak mustahik dalam sektor peternakan dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 30 KK yang terdiri dari 3 kelompok ternak di Kampung Rukti Endah dan Kampung Rejo Asri. 

Penerima Manfaat merupakan warga masyarakat yang tergolong miskin dan telah terjaring dan terverifikasi dari hasil Studi Kelayakan Peternak Mustahik (SKPM). Kelompok Ternak terbentuk setelah dilakukan Pelatihan Dasar Kelompok (PDP) yang diikuti oleh semua calon anggota kelompok. 

Program Pemberdayaan yang dijalankan yaitu berbasis komunitas dalam bentuk kelompok. Kelompok inilah yang akan menaungi para petani dan peternak yang menjadi penerima manfaat program. 
Jumlah ternak yang sudah disalurkan ke kelompok Balai Ternak Baznas Kabupaten Lampung Tengah yaitu 282 ekor. Dari hasil budidaya ini diharapkan selama pemeliharaan 2 tahun dapat menghasilkan anak minimal 504 ekor.

Baca juga : Pulihkan Korban Trauma, Pertamina Bangun Sekolah Anak Percaya Diri di Makassar

Pengembangan usaha kelompok yang dikembangkan dari hulu sampai hilir. Penjualan bakalan setiap tiga bulan sekali, penjualan sate, catering, penjualan pakan ternak, penjualan kompos dan pupuk cair, penjualan produk olahan hasil ternak (bakso, rendang, dendeng, abon, sosis, corned, nugget, kerupuk kulit, susu dan sebagainya).

Selama program berjalan, Baznas akan melakukan pendampingan secara intensif selama minimal 2 (dua) tahun. Pendamping ditempatkan di lokasi program dan membaur serta tinggal di lokasi program. Pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk mengembangkan masyarakat dalam hal teknis beternak, kelembagaan, organisasi, mental spiritual, dan pengembangan agribisnis. Dengan adanya pendampingan tersebut, ditargetkan bisa mewujudkan kemandirian masyarakat dari tiga sisi yakni kemandirian ekonomi, kemandirian kelembagaan dan kemandirian mental spiritual.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.