Dark/Light Mode

Momen Ramadan Kerek Minat Belanja

Transaksi Di E-commerce Diramal Naik 90 Persen

Minggu, 17 Maret 2024 07:05 WIB
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Istimewa
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Transaksi belanja masyarakat di e-commerce selalu mengalami kenaikan pada momen Ramadan dan Lebaran. Untuk tahun ini, hal tersebut diproyeksi akan kembali terjadi, dengan kenaikan transaksi hingga 90 persen dibandingkan momen akhir tahun.

Peneliti sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Compas Hanindia Narendrata meyakini, akan terjadi lonjakan transaksi perdagangan saat Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri.

Ditambah lagi kembalinya TikTok Shop pasca mengakui­sisi 75 persen saham Tokopedia, membuat persaingan e-com­merce makin sengit.

“Para marketplace mendorong pemilik brand dalam ekosistem lo­kapasar fokus meningkatkan pro­mosi,” kata Hanindia kepada Rak­yat Merdeka, Jumat (15/03/2024).

Baca juga : DKI Siapin Anggaran KJMU Rp 171 Miliar

Ia menggarisbawahi, bahwa transaksi selama Ramadan selalu menunjukkan tren positif dari ta­hun ke tahun. Kondisi ini mem­berikan peluang besar bagi pelaku e-commerce untuk meningkatkan penjualan mereka. Apalagi sebanyak 89 persen masyarakat Indo­nesia berencana untuk berbelanja selama Ramadan tahun 2024.

Bahkan, imbuhnya, lebih dari separuhnya menggunakan bonus Tunjangan Hari Raya (THR) mereka untuk berbelanja, bukan menabung.

“Keputusan pembelian on­line dimulai sebulan sebelum Ra­madan, dan mencapai puncaknya 7 sampai 10 hari jelang Idul Fitri atau saat turunnya THR,” sebutnya.

Kenaikan transaksi perda­gangan saat Ramadan dan Idul Fitri bahkan dikatakannya me­lebihi permintaan saat Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan data transaksi industri FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) di e-commerce pada Desember 2022 mengalami penurunan nilai penjualan sebesar 30,3 persen secara bulanan.

Baca juga : Atletico Madrid Vs Barcelona, Misi Kudeta Kursi Girona

Nilai transaksi FMCG di e-commerce jatuh terpaut cukup dalam senilai Rp 1,9 triliun, dari Rp 6,5 triliun di bulan Novem­ber 2022 menjadi hanya Rp 4,5 triliun di bulan Desember 2022.

“Beda halnya saat periode Ramadan dan hari raya Idul Fitri di 2023. Pada periode Ramadan 23 Maret-22 April 2023 jumlah transaksi di e-commerce meningkat 14 persen atau sekitar 16 juta transaksi,” ujarnya.

Ramadan Festive Report 2023 yang diliris Compas menunjuk­kan, nilai penjualan e-commerce pada sektor FMCG meningkat sebesar Rp 800 miliar, dari Rp 4,3 triliun menjadi Rp 5,1 triliun.

“Data ini kami temukan me­lalui metode crawling di Shopee, Tokopedia dan Blibli dengan melibatkan ratusan ribu offi­cial dan non-official store,” se­butnya.

Baca juga : Badminton All England 2024, Ginting Menembus Final

Riset di periode yang sama juga menunjukkan, jumlah tran­saksi Shopee memiliki kontri­busi yang paling besar dengan 77,2 persen atau 101.609.352 transaksi. Disusul Tokopedia dengan 26.674.492 transaksi (20,3 persen), dan Blibli dengan 3.327.965 transaksi (2,5 persen).

“Adapun jumlah nilai pen­jualan yang dihasilkan pada Ramadan untuk Shopee sebesar Rp3,4 triliun, Tokopedia Rp 1,4 triliun dan Blibli Rp 152 miliar,” katanya.

Berdasarkan sektornya, kategori produk kecantikan dan per­awatan menjadi kategori FMCG yang paling diminati konsumen. Jumlahnya mencapai 62 juta transaksi, dengan nilai penjualan sebesar Rp 2,3 triliun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.