Dark/Light Mode

Batang Pisang sebagai Sumber Pupuk Organik Cair untuk Pertanian Berkelanjutan

Senin, 22 April 2024 16:00 WIB
Batang pisang muda (Gambar: health.grid.id)
Batang pisang muda (Gambar: health.grid.id)

 ABSTRAK

Artikel ini membahas tentang potensi dan manfaat batang pisang sebagai sumber pupuk organik cair dalam pertanian berkelanjutan. Pertanian saat ini sedang menghadapi tantangan terkait pemenuhan kebutuhan pupuk yang ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dari batang pisang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman serta meningkatkan hasil panen. Selain itu, penggunaan pupuk organik cair dari batang pisang juga membantu dalam pengelolaan limbah pertanian secara efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penggunaan batang pisang sebagai sumber pupuk organik cair dapat menjadi alternatif yang baik dalam pertanian berkelanjutan. Kata

Kunci: Batang Pisang, Pupuk Organik Cair.

 PENDAHULUAN

Proses pelapukan batuan yang banyak mengandung unsur kalium juga membutuhkan waktu yang lama agar dapat tersedia untuk tanaman (Ahmad, 2011 ) Salah satu pupuk organik yang dapat digunakan adalah pupuk organik cair (POC). Pupuk organik cair merupakan larutan yang berasal dari pembusukan bahan- bahan organik (Widyabudinngsih et.al.,2921), seperti dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur (Prasetyo & Evizal, 2021). Bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan POC adalah batang pisang.Pupuk organik cair merupakkan larutan hasil dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsurharanya lebih dari satu unsur (Lingga & Marsono, 2003).

Baca juga : September, Paus Fransiskus Akan Berkunjung Ke Indonesia

Batang pisang merupakan tanaman yang hanya dapat berbuah satu kali, sehingga batang pisang hanya akan menjadi limbah yang menumpuk karena pemanfaatannya masih belum optimal. Menurut Devri et al. (2020) komposisi ratarata nutrisi dalam batang pisang antara lain : Bahan Kering (BK) :87,7 %, abu 25,12%, lemak kasar (LK) 14,23 %, serat kasar (SK) 29,40%, protein kasar (PK) 3 % termasuk asam amino, amonia nitrat, glikosida, mengandung N, glikilipida, vitamin B, asam nukleat, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 28,15% termasuk karbohidrat, gula dan pati. Menurut (Sari & Alfaanita, 2018) batang pisang tersedia dalam jumlah banyak dan mudah dijumpai di sekitar kita. Pohon pisang hanya berbuah sekali selama masa tanamnya, setelah itu akan layu dan mati. Pengomposan sisa batang pisang dapat terjadi secara alami oleh mikroorganisme tanah, namun proses ini berlangsung dalam jangka waktu lama. Salah satu pemanfaatan yang dapat dilakukan pada batang pisang adalah dengan membuat menjadi pupuk organik cair (POC).

Batang pisang dapat dimanfaatkan menjadi POC karena mengandung kandungan unsur hara yang baik. Menurut Sari & Alfanita, (2018) unsur hara yang terdapat dalam batang pisang di antaranya adalah kalsium sebesar 16 %, kadar kalium sebesar 23 %, dan kadar fosfor sebesar 32 %. Limbah batang pisang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair karena didalam batang pisang terdapat unsur – unsur penting yang dibutuhkan tanaman seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Menurut Gultom et.al., (2021) salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk oragnik cair adalah limbah batang pisang. (Pandia et.al.,2017) mengatakan limbah tanaman pisang seperti daun dan batang memiliki banyak kandungan fosfor yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu juga terdapat mineral seperti Fe, Na, Mg, dan lain-lain, dimana mineral-mineral ini sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk melangsungkan hidupnya. Tingginya unsur hara pada batang pisang yang dijadikan pupuk organik cair diharapkan dapat memberi dampak baik pada tumbuhan.

PEMBAHASAN

Penggunaan bahan organik menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Penambahan bahan organik dalam tanah dapat memperbaiki struktur dan stabilitas agregat tanah, serta meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk. Salah satu jenis pupuk organik adalah pupuk kandang, yang memiliki banyak manfaat seperti memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, dan meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah.Batang pisang, yang sering kali menjadi limbah setelah pemanenan buahnya, memiliki komposisi nutrisi yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku POC. Komposisi batang pisang mencakup berbagai unsur penting seperti kalsium, kalium, dan fosfor.

Penggunaan limbah batang pisang untuk pembuatan POC diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan tanaman karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Salah satu pupuk organik yang dapat digunakan adalah pupuk organik cair (POC). Pupuk organik cair merupakan larutan yang berasal dari pembusukan bahan- bahan organik (Widyabudinngsih et.al.,2921), seperti dari sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur (Prasetyo & Evizal, 2021). Bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan POC adalah batang pisang. Batang pisang mempunyai unsur kimiawi yang sangat tinggi untuk kesuburan tanaman diantaranya dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Unsur-unsur yang terdapat pada batang pisang adalah Ca, P, K, protein, karbohidrat, dan air (Ibrahim, 2015).

Baca juga : Hikmah di Penghujung Ramadan: Ibadah Puasa dan Zakat untuk Kemanusiaan

Pemberian POC sangat berperan penting terhadap aktivitas fotosintetis tanaman sawi, karena POC batang pisang mengandung unsur sulfur (S) yang berperan menstabilkan nitrogen (N) dan membantu proses sintesis klorofil meningkatnya aktivitas fotosintetis akan menghasilkan energi dan nutrisi yang cukup bagi tanaman sawi, sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman (Fitriani et.al. 2019). Menurut Miswar et.al. (2022), tingkat keberhasilan POC dapat ditentukan dari hilangnya bau pada pupuk. (Efelina V et.al., 2018) mengatakan Proses pengolahan yang baik, proses yang benar akan menghasilkan produk pupuk organik cair, tidak panas, tidak berbau, tidak terserang hama, tidak menghambat pertumbuhan dan perkembangan.

 KESIMPULAN

Penggunaan pupuk kalium (K) masih terbatas di Indonesia karena kurangnya informasi tentang ketersediaannya, dengan kebanyakan petani lebih mengenal pupuk nitrogen (N) dan fosfor (P). Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah pupuk organik cair (POC), yang berasal dari pembusukan bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia a. Batang pisang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan POC karena kandungan unsur hara yang tinggi. Penggunaan bahan organik dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dengan penambahan bahan organik dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk .Selain itu, batang pisang juga dapat dijadikan POC yang dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan tanaman.

DAFTAR PUSTAKA 

Ahmad, A., 2011.Meningkatkan Pelepasan Unsur Hara dari Batuandengan Senyawa Humat (Doctoral dissertation, Tesis (tidak diterbitkan). Bogor: institute pertanian Bogor).

Ajarwati, H., Waluyo. & Purwanti S. 2017. Pengaruh Macam Media dan Takaran Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Hijau Sawi(BrassicarapaL.) Vegetalika. 6(1):3545.2017.

Baca juga : Puan Ingatkan Inflasi Dan Pelemahan Rupiah

Devri, A. N., Sanntoso, H . dan Muhfahroyin (2020) “Manfaat batang pisang dan ampastahu sebagai pakan konsentrat ternak sapi,”1(1),hal.33-38.

Efelina, V., Purwati,E., Dampang, S., & Rahmadewi, R (2018). Sosialisasi Pembuatan Puupuk organic Cair Dari Batang Pohon Batang Pisang Di Desa Muljaya Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang

Fitriani, Linna.dkk 2019. Pengaruh Pupuk Organik Cair Batang Pohon Pisang Kepok Tehadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tiga Jenis Tanaman Sawi. Jurnal Biosilampari. 1(1)

Ghofur, M., Sugihartono, M., dan Arfah J. 2016. Uji Efektifitas Ekstrak Kunyit(Curcuma domestical) terhadap Daya Tetas Telur Ikan Gurami (Osphronemusgouramy Lac.). Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol. 16(1): 68-76.

Gultom, E. S., Sitompul, A. F., & Rezeqi, S. (2021). Pemanfaatan Limbah Batang Pohon Pisang Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair Di Desa Kulasar Kecamatan Silinda Kabupaten Serdang Bedagai. Seminar Nasional

Marselius Samuel Sidabutar
Marselius Samuel Sidabutar
Mahasiswa Jurusan Budidaya Perairan, Universitas Riau

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.