Dark/Light Mode

Pasca Integrasi, 21 Juta Mitra Pedagang Bergabung

Tokopedia Dan TikTok Kerek Omzet UMKM

Rabu, 5 Juni 2024 07:00 WIB
E-Commerce Communications Director ShopTokopedia, Nuraini Razak, bersama Andoni Pridatama, pemilik Sarang Maduku, di Malang, Senin (3/6/2024). Foto: Istimewa
E-Commerce Communications Director ShopTokopedia, Nuraini Razak, bersama Andoni Pridatama, pemilik Sarang Maduku, di Malang, Senin (3/6/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja bisnis Tokopedia dan TikTok berkembang pesat pasca melakukan integrasi pada Maret 2024. Sebanyak 21 juta penjual bergabung dalam platform e-commerce tersebut pada kuartal I-2024.

Jumlah itu naik signifikan. Karena, sebelum TikTok ber­gabung, pelaku usaha yang berada di platform Tokopedia, hanya sekitar 7-8 juta penjual.

E-Commerce Communications Director ShopTokopedia Nuraini Razak pun memastikan, semua sistem antar kedua platform su­dah beres sejak akhir April.

“Sekarang kami tengah melaku­kan integrasi yang lebih luas lagi,” kata Nuraini kepada Rakyat Merdeka di Malang, Jawa Timur (Jatim), Selasa (4/6/2024).

Baca juga : Diguyur Hujan, Polusi Di Jakarta Tetap Jelek

Nuraini menekankan, pihaknya ingin agar pengalaman sell­er dan konsumen sama baiknya di kedua platform. Sebab, keduanya memiliki promo yang sama. Fitur-fitur untuk seller di kedua platform juga sama.

Kenapa tetap ada Tokopedia dan ShopTokopedia di TikTok, tidak di satu platform saja? Nuraini menjelaskan, hal ini agar orang yang terbiasa belanja di Tokopedia, tidak kehilangan tempat mendapatkan kebutuhan dan penjual tak kehilangan market.

Jika dihapus hanya menjadi satu saja, paparnya, maka di­yakini tidak akan memberikan kemudahan, karena telah meng­hilangkan satu channel belanja.

“Padahal kan itu (TikTok Shop) Tokopedia juga. E-commerce-nya tetap satu. Yang ada di TikTok itu ya Tokopedia juga dengan nama ShopTokopedia,” ujarnya.

Baca juga : Si Ayam Jantan Siap Panaskan Mesin Gol

Nuraini menyampaikan, sejak awal, TikTok memang fokus me­manfaatkan layanan live yang digunakan sebagai konten video sharing.

Sementara di Tokopedia, kebanyakan pembeli sudah memiliki intensi (niatnya) karena sudah tahu mau beli apa. Kebanyakan mereka sudah punya tujuan mau mencari barang apa.

Sementara di TikTok, lanjut­nya, akan mendapatkan infor­masi dan insight yang lain dari suatu produk tersebut. Karena karakter orang atau pengguna kedua platform sebelumnya juga berbeda. Intensi sejak pertama juga berbeda.

“Kalau di Tokopedia ya hanya e-commerce, sementara di Tik­Tok utamanya hanya video con­tent sharing, tapi ada e-commerce nya, yaitu Tokopedia,” jelasnya.

Baca juga : Minionswati Jinakkan Andalan Gajah Perang

Potensi UMKM Jawa Timur

Tokopedia dan ShopTokopedia terus berupaya mendukung para pelaku usaha, termasuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) lokal di Malang dan Jawa Timur (Jatim), agar punya kesempatan yang sama untuk menciptakan peluang bisnis lewat pemanfaatan teknologi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.