Dark/Light Mode

Jumlah Pesanan Tembus 300 Persen

Wow, Sukuk BSI Jadi Incaran Anak Muda

Kamis, 6 Juni 2024 07:00 WIB
Jumlah Pesanan Tembus 300 Persen Wow, Sukuk BSI Jadi Incaran Anak Muda

 Sebelumnya 
Adapun posisi per Maret 2024, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp 59,19 triliun, yang terbagi atas kategori KUBL sebesar Rp 12,57 triliun dan KUBS sebesar Rp 46,62 triliun.

Saat ini kondisi keuangan perusahaan juga sangat stabil, dengan total aset per April 2024 sebesar Rp 350,67 triliun secara tahunan (year on year) dan growth 11,94 persen. Sedangkan posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 293,2 triliun dengan growth 9,41 persen.

Adapun pembiayaan mencapai Rp 251,58 triliun dengan yoy growth sebesar 17,94 persen, sehingga posisi FDR (Financing to Deposit Ratio) perusahaan mencapai 85,72 persen, dan dinilai cukup ample.

Menyoal ini, Analis Pasar Modal dari CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, Sukuk Mudharabah Keberlanjutan yang akan diterbitkan BSI memang cukup menarik. Apalagi, katanya, kisaran imbal hasil sebesar 6,40-7,20 persen untuk jangka waktu 1, 2 dan 3 tahun sudah menguntungkan.

Baca juga : DPRD: Jangan Terapkan Hukum Denda Dulu Deh

Imbal hasil ini di atas inflasi tahunan Indonesia sebesar 2,84 persen pada Mei 2024.

“BSI juga memiliki rekam jejak dan kinerja hasil merger yang cukup baik, sehingga wajar sukuk tersebut sangat diminati,” kata Reza kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sejak berdiri, bank syariah terbesar di Tanah Air itu membukukan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan demikian, imbuhnya, kondisi tersebut akan mengerek animo investor terhadap instrumen investasi yang diterbitkan perusahaan.

“BSI mampu memberikan alternatif bagi pasar yang membutuhkan diversifikasi instrumen investasi yang lebih kaya,” ucapnya.

Baca juga : Indo­nesia Vs Irak, Wajib Menang

Menurut Reza, langkah strategis dari BSI ini perlu menjadi perhatian bersama. Sukuk Mudharabah Keberlanjutan menjadi pembuka jalan bagi lembaga keuangan syariah lain, untuk memperkaya sumber pendanaan mereka.

“Sebab, lembaga keuangan syariah juga memiliki tanggung jawab untuk lebih giat mensosialisasikan produk keuangan berlabel halal,” ujarnya.

“Tapi jangan paham sebatas imbal hasil atau return saja, tapi juga harus paham mekanisme hingga profil risikonya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Sukuk Keberlanjutan atau biasa disebut Green Sukuk, sambung Reza, muncul sebagai instrumen keuangan yang menjanjikan, karena menggabungkan prinsip-prinsip syariah dengan tujuan keberlanjutan.

Baca juga : Sinner Kudeta Kursi Djoker

Reza menilai, instrumen ini memberikan alternatif pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan. Seperti pembangkit listrik terbarukan, pengelolaan sampah, dan transportasi ramah lingkungan.

“Dengan demikian, hal ini membantu menciptakan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi, sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan,” ujarnya. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 6 Juni 2024 dengan judul "Jumlah Pesanan Tembus 300 Persen Wow, Sukuk BSI Jadi Incaran Anak Muda"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.