Dark/Light Mode

Perkuat Hubungan Kerja Sama

Menperin Rayu Pengusaha Turki Investasi Di Indonesia

Senin, 10 Juni 2024 07:05 WIB
Perkuat Hubungan Kerja Sama Menperin Rayu Pengusaha Turki Investasi Di Indonesia

 Sebelumnya 
Saat bertemu dengan bos-bos pengusaha, Agus juga mengajak perusahaan industri Turki yang telah menanamkan investasi di Indonesia untuk meningkatkan investasinya.

Total investasi Turki di Indo­nesia pada kurun waktu 2019 hingga 2023 mencapai 42,758 juta dolar Amerika Serikat (AS). Jumlah tersebut menempatkan Turki pada urutan ke-43 di antara negara-negara yang ber­investasi di Indonesia.

“Kami melihat situasi ini peluang besar bagi perusahaan-perusahaan asal Turki untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Karena itu, kami men­dorong perusahaan Turki mem­perluas bisnisnya,” kata Agus.

Salah satu bos perusahaan Turki yang ditemui Agus, yakni President of Consumer Durables Arcelik Fatih Kemal Ebiçlioğlu.

Baca juga : Erick Thohir Kerek Target Dividen BUMN Ke Negara

Arcelik merupakan perusa­haan alat rumah tangga asal Turki dan menjadi yang terbesar kedua dunia.

Di Indonesia, perusahaan tersebut bermitra dengan Hitachi untuk memproduksi mesin cuci di pabrik yang berlokasi di Kara­wang, Jawa Barat.

Arcelik juga merencanakan pengembangan kapasitas produk­sinya di Indonesia dengan mendi­rikan pabrik baru untuk produk pendingin udara dan lemari es di Semarang, Jawa Tengah.

Sementara, Koc Holding yang merupakan perusahaan induk dari Arcelik melakukan akuisisi dan joint venture dengan ber­bagai mitra. Termasuk dengan Hitachi untuk pasar Asia Pasifik demi meningkatkan usahanya.

Baca juga : Parkir Liar Bertahun-tahun Nggak Tersentuh Aparatur

“Kami mengajak Arcelik menja­jaki peluang kerja sama baru dengan perusahaan elektronik Indonesia seperti Polytron,” ajak Agus.

Selain itu, Agus juga bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Kordsa, İbrahim Özgür Yıldırım. Keduanya membahas peluang kerja sama dalam produk ban dan industri tekstil, mengingat investasi Kordsa di Indonesia saat ini baru mencapai 21 juta dolar AS.

Kordsa saat ini memiliki fasili­tas pabrik di Bogor, Jawa Barat, untuk memproduksi nilon, benang dan olahan industri karet lainnya yang berorientasi ekspor.

Yıldırım menyampaikan bah­wa di pasar Amerika Utara, peru­sahaan mendapatkan persaingan dari China dan Vietnam. NOV

Baca juga : Tim Matador Trengginas

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 10 Juni 2024 dengan judul "Perkuat Hubungan Kerja Sama, Menperin Rayu Pengusaha Turki Investasi Di Indonesia"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.