Dark/Light Mode

Disrupsi Teknologi Harus Disikapi

Jokowi Minta HIPMI Kawal Indonesia Emas 2045, Bonus Demografi Jadi Sorotan

Senin, 10 Juni 2024 17:59 WIB
Presiden Jokowi saat membuka acara perayaan HUT ke-52 HIPMI di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/6/2024). (Foto: YouTube)
Presiden Jokowi saat membuka acara perayaan HUT ke-52 HIPMI di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/6/2024). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengingatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), untuk mencermati dan mengawal beberapa hal, untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Pertama, bonus demografi. "Hati-hati mengenai ini. Tahun 2030-an, 2035, 2040 akan mencapai puncaknya. Persiapan untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia, harus betul-betul disiapkan, direncanakan secara taktis. Sehingga, bonus demografi bisa betul-betul bermanfaat sebagai lompatan kita menuju Indonesia Maju," kata Jokowi saat membuka 

Kedua, disrupsi teknologi. Terkait hal ini, Jokowi mengingatkan HIPMI untuk hati-hati menyikapi disrupsi teknologi.

Harus dicermati dan dilihat betul, dampak apa yang akan terjadi. Harus dicari tahu, apa yang akan terjadi di Indonesia dengan perkembangan seperti AI, generative AI, dan singularity?

"Barang-barang apa ini, dan akan menyebabkan apa di negara kita? Itu harus betul-betul dilihat dan dicermati. Jangan sampai kita keliru mengantisipasi disrupsi teknologi," tegas Jokowi.

Baca juga : Dukung Indonesia Emas 2045, Relawan Mas Gibran Bagikan Sembako di Cengkareng

"Saya kira, HIPMI semuanya sudah terbiasa karena memang seluruh anggota HIPMI adalah generasi digital. Beda jauh dengan saya, yang generasi analog," imbuhnya.

Jokowi menyebut, disrupsi teknologi dapat menyebabkan sejumlah perubahan. Misalnya saja, perubahan landskap geopolitik dan ekonomi dunia.

Perubahan-perubahan ini akan mempengaruhi negara kita. Baik itu perilaku, selera, tren warna, ataupun budaya. Semua akan berubah.

"Dan yang paling cepat menyesuaikan diri dengan perubahan, biasanya adalah anak-anak muda. Semua itu ada di HIPMI," ujar Jokowi.

Ekonomi Hijau 

Jokowi menambahkan, di masa depan, Indonesia akan lebih banyak bicara mengenai ekonomi hijau, energi hijau, dan pembiayaan hijau. 

Baca juga : Tantangan Dan Peluang Indonesia Tahun 2025 (Bagian I)

"Sekarang ini saya nggak tahu, karena saya nggak mengajukan ke perbankan, hal-hal yang berkaitan dengan energi hijau sangat mudah mendapatkan pembiayaan. Karena secara global, pembiayaan hijau sangat dibuka lebar-lebar," papar Jokowi. 

Dia pun mengungkap fakta industri hijau yang kini terus mendapatkan perhatian. Pembiayaannya pun menjadi sangat mudah. "Sehingga, perubahan dan pergeseran shifting ini harus dilihat dan diantisipasi oleh kita semua. Green food, blue food, dan lain-lain akan menjadi tren ke depan," ujar Jokowi.

Menurutnya, HIPMI harus bisa menyiapkan strategi untuk menangkap peluang-peluang seperti itu. Jangan sampai, salah mengantisipasi.

"Jadi, kalau ada bonus demografi, ada disrupsi teknologi, ada perubahan lanskap ekonomi, kita harus bisa menghadang, agar bisa menangkap semua peluang," pesan Jokowi.

"Itu yang kita inginkan bersama, agar ke depan, yang namanya strategi future business itu bisa betul-betul disiapkan dan direncanakan dengan baik oleh HIPMI," sambungnya.

Hilirisasi 

Baca juga : Jokowi: Kita Patut Bersyukur, Indonesia Masuk 5 Besar Ekonomi Terbaik Dunia

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga meminta HIPMI untuk menyiapkan peta jalan untuk hilirisasi (downstreaming), baik itu minerba, perkebunan, pertanian, dan kelautan. "Semuanya. Secara detil, mestinya HIPMI punya peta jalan. Kapan peluang itu bisa dihadang, dan kapan bisa dimanfaatkan?" tandas Jokowi.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.