Dark/Light Mode

Dorong Kinerja Lebih Produktif

Merger BUMN Karya Hilangin Kanibalisme

Selasa, 25 Juni 2024 07:05 WIB
Dorong Kinerja Lebih Produktif Merger BUMN Karya Hilangin Kanibalisme

RM.id  Rakyat Merdeka - Merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya harus terealisasi. Sebab, hal itu dibutuhkan untuk mendorong kinerja lebih produktif dan efisien.

Kementerian BUMN hingga kini masih menggodok skema merger BUMN Karya. Prosesnya dipatok rampung pada September 2024.

Pengamat BUMN dari Datanesia Institute Herry Gunawan menggarisbawahi, dalam proses merger, terdapat sejumlah hal perlu diperhatikan Pemerintah.

“Merger harus berorientasi jangka panjang,” imbau Herry kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : RI Dan Jepang Sepakat Genjot Industri Otomotif

Jangan sampai, tambah Herry, opsi merger yang dilakukan saat ini hanya memberi kesan sekadar menyelamatkan perusahaan yang kondisinya sedang tidak baik.

“Karena (perusahaan yang sekarang) punya beban dan kewajiban yang begitu besar, kemudian (pasca merger) ditempelkan ke perusahaan yang relatif sehat. Tidak boleh yang seperti itu,” warning-nya.

Namun Herry meyakini, Pemerintah tidak akan salah langkah, mengingat sudah punya pengalaman dengan hasil positif dari berapa integrasi sebelumnya.

Herry kemudian mengambil contoh pada kluster integrasi Adhi Karya, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya. Menurutnya, jangan sampai ada salah tunjuk nakhoda integrasi. Karena investor, kreditur, dan pemegang saham basisnya adalah reputasi, kredibilitas dan kepercayaan.

Baca juga : Terburuk Di Dunia, Polusi Udara Jakarta Kian Parah

Lebih jauh ia mengatakan, merger BUMN Karya adalah sebuah langkah strategis yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas dalam menjalankan proyek-proyek infrastruktur nasional.

Meskipun menghadapi sejumlah tantangan, namun dengan perencanaan yang cermat, merger BUMN Karya diyakini mampu memberikan manfaat besar bagi negara dan rakyatnya

“Memang sudah sepatutnya dikonsolidasikan. Kenapa? Karena semuanya bermain pada wilayah yang sama, sehingga ada kanibalisme, predatory pricing,” sebutnya.

Diketahui, adapun skema integrasi yang direncanakan Pemerintah mencakup penggabungan, pertama, PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero). Ketiganya akan bergabung dengan fokus pada proyek pembangunan air, rel kereta api, dan lainnya.

Baca juga : Israel Diramal Kedodoran Perang Lawan Hizbullah

Kemudian, rencana integrasi antara PT Hutama Karya (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Integrasi keduanya diharapkan dapat meningkatkan fokus perseroan terhadap proyek pembangunan jalan tol, jalan non-tol, dan bangunan kelembagaan.

Lalu, skema ketiga, opsi integrasi antara PT PP (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Integrasi ini akan berfokus untuk menggarap pelabuhan laut, bandar udara, rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (Engineering Procurement Construction/EPC), dan bangunan hunian (residensial).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.