Dark/Light Mode
Dorong Kinerja Lebih Produktif
Merger BUMN Karya Hilangin Kanibalisme
Sebelumnya
Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Kementerian BUMN menargetkan penggabungan 7 BUMN Karya menjadi tiga perusahaan akan segera rampung. Penggabungan tersebut membuat perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah akan berjalan sesuai spesialisasinya.
“September, kita tunggu saja. Itu sudah semua. Mudah-mudahan semua BUMN Karya,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga di Jakarta, Selasa (7/5/2024).
Penggabungan antar BUMN itu diharapkan tidak akan lagi terjadi tanding tender dan banting harga. “Selama ini kan setiap proyek (terjadi) antar-BUMN saja, swasta tidak ada,” katanya.
Baca juga : RI Dan Jepang Sepakat Genjot Industri Otomotif
Ia juga memastikan, transformasi BUMN Karya ini membutuhkan koordinasi dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Kemenkeu (Kementerian Keuangan), dan Kemenkum & HAM (Kementerian Hukum dan HAM).
Putusan Homologasi
Sementara itu, PT Amarta Karya (Persero) yang merupakan salah satu BUMN Karya tak masuk dalam list merger, dikarenakan tengah menghadapi proses restrukturisasi lewat putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kini dapat bernapas lega.
Pasalnya, telah diumumkan pengakhiran PKPU dan pengesahan perdamaian (Homologasi). Keputusan ini diambil setelah adanya penjajakan, negosiasi, dan pemungutan suara atas proposal perdamaian PKPU 7 Juni lalu.
Baca juga : Terburuk Di Dunia, Polusi Udara Jakarta Kian Parah
Hal tersebut berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadlian Negeri Jakarta Pusat No. 284/Pdt.Sus-PKPU/PN.Niaga. Pst yang dibacakan pada tanggal 25 September 2023.
Direktur Utama PT Amarta Karya (Persero) Nikolas Agung SR mengungkapkan, saat ini Amarta Karya telah memasuki babak baru. Yaitu grace period dan terhindar dari kepailitan, serta telah berkomitmen akan menjalankan kewajiban pembayaran kepada para kreditur berdasarkan skema dan jadwal yang sudah diatur dalam Perjanjian Perdamaian.
Salah satu isi upaya pemulihan Amarta Karya dalam Perjanjian Perdamaian tersebut, bahwa perusahaan akan meningkatkan core business-nya.
Baca juga : Israel Diramal Kedodoran Perang Lawan Hizbullah
“Yaitu steel works atau fabrikasi baja yang menjadi keahliannya sejak lahir dengan tetap menjalankan Proyek Gedung,” jelas Nikolas dalam keterangan resmi, Jumat (21/6/2024). DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Senin, 25 Juni 2024 dengan judul "Dorong Kinerja Lebih Produktif, Merger BUMN Karya Hilangin Kanibalisme"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.