Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
UMKM Belum Pulih Dan Ekonomi Global Bergejolak
Restrukturisasi Kredit Jaga Kesehatan Bank
Sabtu, 29 Juni 2024 07:05 WIB
Sebelumnya
Ali menyampaikan, sampai dengan kuartal I-2024 NPL Bank Mandiri secara konsolidasi berada di level 1,02 persen, membaik 68 bps (basis poin) dari periode yang sama tahun sebelumnya 1,7 persen.
Bank Mandiri juga sangat prudent dan konservatif dalam menetapkan pencadangan kredit.
“Ini tercermin dari coverage ratio bank only yang berada di level yang aman pada level 368 persen,” ucapnya.
Ali menegaskan, dalam mendorong penyaluran kredit, Bank Mandiri akan melanjutkan strategi yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.
Yaitu penguatan core competence Bank Mandiri di segmen wholesale, dan meningkatkan pertumbuhan segmen retail.
“Dan dengan pendekatan value chain yang berbasis ekosistem, serta fokus pada sektor unggulan di wilayah Indonesia,” kata Ali.
Baca juga : Hore, Tarif Listrik Nggak Naik
Tak jauh berbeda, Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Hera F Haryn menyatakan, pada prinsipnya, BCA akan senantiasa mencermati dan sejalan dengan kebijakan dari Pemerintah, regulator, dan otoritas perbankan. Termasuk rencana perpanjangan restrukturisasi kredit terdampak Covid-19.
“Pertumbuhan kredit BCA diikuti kualitas pinjaman yang terkendali. Sejalan dengan portofolio kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal,” ujarnya.
Hera mengatakan, rasio Loan At Risk (LAR) BCA berada di angka 6,6 persen pada kuartal I-2024, turun dibandingkan angka setahun lalu, yaitu 9,8 persen. Begitu juga NPL terjaga dengan baik pada kuartal I-2024 sebesar 1,9 persen.
BCA juga menjaga nilai CKPN yang memadai, dengan NPL coverage sebesar 220,3 persen dan LAR coverage sebesar 71,9 persen.
“Biaya pencadangan akan senantiasa kami review sejalan dengan perkembangan kualitas aset, dan kondisi perekonomian Indonesia,” tegasnya.
Pendalaman Dan Evaluasi
Terpisah, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, OJK akan melakukan pendalaman dan evaluasi terkait rencana perpanjangan restrukturisasi kredit.
Baca juga : PAM Jaya Tekor Rp 2,5 T
“Kami ingin mendalami yang dimaksudkan dengan hal-hal yang terkait (perpanjangan restrukturisasi kredit perbankan),” kata Mahendra di Kompleks Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (25/6/2024).
Menurut Mahendra, kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan untuk dampak Covid-19 berakhir pada 31 Maret 2024. Berakhirnya kebijakan tersebut konsisten dengan pencabutan status pandemi Covid-19 oleh Pemerintah pada Juni 2023. Serta mempertimbangkan perekonomian Indonesia yang telah pulih dari dampak pandemi, termasuk kondisi sektor riil.
“Restrukturisasi kredit yang diterbitkan sejak awal 2020 telah banyak dimanfaatkan oleh debitur, terutama pelaku UMKM,” ucapnya.
Mahendra bilang, dalam pengambilan putusan untuk pengakhiran restrukturisasi kredit pandemi, dihitung dari segi kecukupan modal, pencadangan CKPN, maupun pertimbangan likuiditas.
Namun mantan Wakil Menteri Keuangan ini menekankan, OJK paham atas usulan dari Pemerintah agar restrukturisasi kredit Covid-19 diperpanjang, lantaran adanya perhatian khusus terhadap potensi dari pertumbuhan kredit di segmen tertentu.
Sebelumnya, usulan perpanjangan restrukturisasi ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Baca juga : Swiss Vs Italia, Alarm Waspada Buat Gli Azzurri
“Ada arahan Presiden, bahwa kredit restrukturisasi akibat dari pada Covid-19 itu yang seharusnya jatuh tempo pada Maret 2024 diusulkan ke OJK, nanti melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),” katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/6/2024).
Airlangga mengatakan, tujuan dari perpanjangan stimulus tersebut untuk mengurangi beban perbankan dalam mencadangkan kerugian akibat kenaikan kredit bermasalah. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 29 Juni 2024 dengan judul "UMKM Belum Pulih Dan Ekonomi Global Bergejolak, Restrukturisasi Kredit Jaga Kesehatan Bank"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya