Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Asyik, Anggaran Kartu Prakerja Rp 10 Triliun Cair Tahun Depan

Kamis, 21 November 2019 05:25 WIB
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (Foto:fb)
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (Foto:fb)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kartu Prakerja mulai dimatangkan. Dana sebesar Rp 10 triliun untuk program Kartu Prakerja akan dicairkan. Dana tersebut, dialokasikan untuk biaya pelatihan, biaya sertifikasi, hingga insentif pasca pelatihan. 

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Jakarta, kemarin, mengatakan, program ini akan dimulai pada awal 2020. 

Baca juga : Menpora: Beasiswa dan Kartu Pra Kerja untuk Pemuda Perlu Untuk Bekal Awal

“Untuk biaya pelatihan pemerintah mengeluarkan biaya Rp 3 juta hingga Rp 7 juta, baik itu yang reguler maupun digital. Sementara untuk sertifikasi akan ada biaya sebesar Rp 900.000. Total yang dianggarkan Rp 10 triliun,” kata Ida. 

Selain biaya pelatihan, pemerintah juga memberikan insentif pasca pelatihan sebesar Rp 500.000. Lalu, pengisian survei sebesar Rp 150.000 dengan masing-masing Rp 50.000 per tiga kali. 

Baca juga : Januari 2020, Kartu Pra Kerja Siap Diluncurkan

Jika ditotal, lanjut Ida, setiap peserta akan mendapatkan uang insentif di kisaran Rp 3.650.000 hingga Rp 7.650.000. Namun dirinya memperkirakan rata-rata peserta akan menerima manfaat Rp 5 juta.“Jadi anggaran Rp 10 triliun untuk 2 juta orang peserta penerima kartu prakerja,” ucapnya. 

Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay mengkritisi kenapa anggaran Kartu Prakerja tidak mencantumkan detail biaya untuk membuat kartu.“Yang ada sertifikatnya sekian. Biaya pelatihan sekian, sementara biaya operasionalnya nggak ada,” kata Saleh. 

Baca juga : Jokowi: Anggaran Pendidikan Rp 508 Triliun, Gunakan dengan Hati-hati

Ia juga khawatir pencetakan kartu tidak akan efektif. Pasalnya, kartu tersebut hanya untuk jangka pendek.“Sayang kartunya, paling nanti dimuseumkan. Yang dapat bilang, ‘oh saya dulu pernah dapat kartu’,” ucapnya. 

Dia juga mengkritisi nama prakerja yang dipakai. Menurutnya, istilah prakerja lebih tepat untuk orang-orang yang belum bekerja. [NOV]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.