Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cuma Fokus Menjual Barang Virtual
Bukalapak Akhirnya Tutup Lapak Jualan Produk Fisik
Kamis, 9 Januari 2025 07:05 WIB
Sebelumnya
Kebutuhan lainnya, seperti pencairan dana diluar dari tanggal 14 Maret 2024 dapat dilakukan via email kepada Bukalapak melalui: bl.id/bukabantuan.
“Kami berkomitmen untuk mendukung seluruh pengguna Bukalapak selama masa transisi ini. Terima kasih atas dukungan, kerja sama dan kepercayaan Pelapak selama ini,” ucap Manajemen.
Terpisah, Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi melihat, apa yang dialami Bukalapak merupakan strategi perusahaan untuk bertahan dengan melakukan transformasi layanan.
Sebelumnya, Bukalapak telah mengambil langkah untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan pada tahun lalu.
“Tahun ini Bukalapak juga mengurangi produk layanan yang dijual dan fokus ke beberapa layanan. Ini dilihat sebagai upaya efisiensi yang berlanjut,” ucap Heru kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Pemerintah Dorong Pengembangan KEK
Heru menilai, langkah pengurangan layanan penjualan produk tersebut karena mempertimbangkan kebutuhan yang terus berubah. Sementara, sambung Heru, kondisi perusahaan menuntut adanya efisiensi.
Ini artinya, keputusan Bukalapak menandakan adanya perubahan strategi jangka panjang.
“Awalnya, perusahaan digital mengandalkan modal karena masih menggunakan skema ‘bakar uang’. Nyatanya, itu tidak cukup berkelanjutan,” ucapnya.
Agar emiten berkode saham BUKA bisa tetap bertahan, imbuhnya, mereka perlu menjaga diri dari potensi kerugian lebih besar dan kebangkrutan.
Heru menjelaskan, keputusan perusahaan seperti ini biasa terjadi pada bisnis ekonomi digital yang perkembangannya sangat cepat, serta persaingan yang tidak mudah.
Baca juga : Hore, Bansos KJP Plus Tahun 2024 Sudah Cair
“Efisiensi menjadi penting, ketika perusahaan sudah berusaha memperoleh profit,” katanya.
Heru menuturkan, untuk bisa bersaing dengan e-commerce lain, Bukalapak terus melakukan transformasi. Ia juga berkeyakinan, bisnis e-commerce Indonesia akan terus berkembang.
“Persaingan yang ketat menuntut strategi yang optimal. Terutama dalam pemanfaatan teknologi, keywords pada produk, khususnya di marketplace,” ucapnya.
Menurut Heru, adanya penurunan transaksi di beberapa e-commerce, tak semata disebabkan oleh pelemahan daya beli masyarakat. Ada juga faktor perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dalam membelanjakan uangnya.
Terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Baca juga : Real Madrid Vs Real Mallorca, Los Blancos Siap Hajar Vermilions
“Konsumen cenderung lebih berhati-hati dan fokus pada kebutuhan esensial dibanding impulsif mengikuti momentum promo atau diskon,” tutup Heru. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Kamis, 9 Januari 2025 dengan judul "Cuma Fokus Menjual Barang Virtual, Bukalapak Akhirnya Tutup Lapak Jualan Produk Fisik"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya